Pelajar Indonesia Terpilih Ikut Ekspedisi Rosatom ke Kutub Utara

1 day ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Galen Athaya, pelajar berusia 16 tahun dari Taruna Nusantara Kampus Malang, menjadi pemenang dari Indonesia dalam program pendidikan internasional "Icebreaker of Knowledge" yang diselenggarakan Rosatom, badan usaha milik negara Rusia yang bergerak di bidang energi nuklir. Berkat kemenangannya, ia akan mewakili Indonesia dalam ekspedisi ilmiah ke Kutub Utara menggunakan kapal pemecah es bertenaga nuklir 50 Let Pobedy.

Program ini diikuti pelajar berusia 14 hingga 16 tahun dari 22 negara, termasuk sekitar 100 peserta asal Indonesia. Mereka memperebutkan kesempatan mengikuti ekspedisi ilmiah ke Kutub Utara. Tahun ini menjadi tahun kedua Indonesia berpartisipasi dalam program tersebut.

Seleksi berlangsung dalam tiga tahap. Pada tahap pertama, peserta mengikuti kuis sains yang menguji pengetahuan tentang ilmu pengetahuan alam, teknologi mutakhir, energi nuklir, dan eksplorasi Arktik. Tahap berikutnya diisi webinar bersama para ahli yang membahas teknologi Rosatom, peran energi nuklir dalam pembangunan berkelanjutan di kawasan Arktik, serta perkembangan sains dan inovasi. Berdasarkan hasil dua tahap tersebut, 10 finalis melaju ke babak akhir untuk mempresentasikan karya kreatif bertema "How Nuclear Technologies Are Changing the World Today" di hadapan dewan juri internasional yang terdiri atas pakar industri nuklir, sains, pendidikan, dan penelitian Arktik.

"Menurut saya, kompetisi ini sangat menantang sekaligus menyenangkan. Kompetisi ini menuntut kreativitas yang tinggi, terutama saat membuat video dan menyelesaikan berbagai tugas di setiap tahap. Setiap tahap menghadirkan tantangan baru sehingga saya harus terus mengembangkan ide dan kemampuan," ujar Galen seperti dikutip dari pernyataan tertulis Kedutaan Besar Rusia di Jakarta.

Galen mengaku tidak menyangka dirinya terpilih sebagai pemenang.

"Saat mengetahui saya terpilih sebagai pemenang, saya merasa sangat senang sekaligus terkejut. Sulit dipercaya karena kesempatan mengikuti ekspedisi ke Arktik merupakan pengalaman yang sangat langka. Orang tua saya juga sangat bahagia, bangga atas pencapaian saya, dan antusias karena saya akan memiliki kesempatan mengunjungi tempat yang begitu unik," tuturnya.

Sebelum mengikuti program tersebut, Galen mengaku tidak pernah membayangkan akan mengunjungi Kutub Utara.

"Saya membayangkan perjalanan ini akan sangat menyenangkan. Sebelumnya saya tidak pernah benar-benar berpikir akan pergi ke Kutub Utara. Saya tidak sabar untuk mengenal lebih jauh lingkungan Arktik, melihat satwa liarnya, serta menjalin persahabatan dengan peserta dari berbagai negara," kisahnya.

Ia meyakini ekspedisi ini akan menjadi salah satu pengalaman paling berharga dalam hidupnya.

"Saya yakin ini akan menjadi salah satu pengalaman paling penting dan tak terlupakan dalam hidup saya. Kesempatan seperti ini sangat langka dan tidak semua orang bisa menjelajahi Kutub Utara. Perjalanan ini akan membuka wawasan saya tentang betapa luasnya dunia, memberi banyak pelajaran baru, serta menghadirkan pengalaman yang akan saya kenang sepanjang hidup," kata Galen.

Melalui ekspedisi ini, para pelajar dari berbagai negara akan mempelajari kawasan Arktik dan teknologi nuklir modern, sekaligus menyaksikan secara langsung operasional armada kapal pemecah es bertenaga nuklir milik Rosatom. Selama pelayaran, para peserta akan mengikuti kuliah, lokakarya, eksperimen ilmiah, dan berbagai kegiatan interaktif bersama para pakar dari Rusia maupun negara lain.

Mengutip situs resmi goarctic.energy, ekspedisi Icebreaker of Knowledge 2026 dijadwalkan berlangsung pada 1 Agustus hingga 1 September 2026.

Read Entire Article