Ukraina Gempur Pabrik Gas dan Pusat Komunikasi Satelit Rusia

6 hours ago 3

Liputan6.com, Kyiv - Pasukan Ukraina menyerang fasilitas pengolahan gas alam utama milik Rusia serta dua pusat komunikasi satelit strategis dalam serangan pada Rabu (24/6/2026) malam. Demikian disampaikan Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina pada Rabu.

Aksi ini merupakan bagian dari serangan udara Ukraina yang menyasar fasilitas energi dan industri militer Rusia. Serangan semacam ini semakin intensif seiring Kyiv mengembangkan senjata jarak jauh yang lebih besar dan lebih canggih untuk menghadapi invasi skala penuh Rusia yang kini telah memasuki tahun kelima.

Sebagai respons, Moskow mengerahkan ulang sejumlah sistem pertahanan udara dari berbagai wilayah Rusia ke ibu kota Moskow dan Jembatan Kerch di Krimea, jalur logistik penting untuk memasok pasukan Rusia. Hal itu disampaikan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy seperti dikutip dari Associated Press.

Jembatan tersebut menghubungkan Semenanjung Krimea dengan daratan utama Rusia.

"Penting agar semakin banyak warga Rusia memahami bahwa penolakan kepemimpinan Rusia terhadap diplomasi justru memperpanjang perang," tulis Zelenskyy di platform X.

Zelenskyy mengatakan dirinya telah menerima usulan gencatan senjata tanpa syarat yang diajukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Namun, Presiden Rusia Vladimir Putin disebut menolaknya.

Sementara itu, otoritas militer Ukraina memerintahkan evakuasi wajib bagi sejumlah komunitas dan permukiman di wilayah Chernihiv yang berbatasan dengan Belarus mulai 1 Juli. Informasi tersebut disampaikan Kepala Administrasi Militer Regional Chernihiv, Viacheslav Chaus, melalui kanal Telegram miliknya.

Bulan lalu, Zelenskyy mengatakan badan intelijen Ukraina menemukan bahwa Moskow belakangan meningkatkan upaya untuk "menarik Belarus lebih jauh ke dalam perang" sekaligus melancarkan operasi dari wilayah Belarus. Ia mengaku telah memerintahkan militer dan aparat keamanan menyiapkan respons serta memperkuat pertahanan di wilayah utara. Belarus dan Rusia membantah pernyataan tersebut.

Pabrik Gas yang Diserang Termasuk Terbesar di Dunia

Dalam serangan pada Rabu malam, Ukraina menargetkan Pabrik Pengolahan Gas Orenburg, yang merupakan bagian dari kompleks yang juga menjadi lokasi satu-satunya pabrik helium di Rusia. Hal itu diungkapkan Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina dalam pernyataan di Telegram. Serangan disebut memicu kebakaran di kompleks tersebut.

Orenburg, yang berada di Pegunungan Ural bagian selatan dekat perbatasan Rusia dengan Kazakhstan, berjarak lebih dari 1.200 kilometer dari garis depan pertempuran di Ukraina timur dan selatan.

Menurut Staf Umum Ukraina, fasilitas tersebut merupakan salah satu kompleks pengolahan gas terbesar di dunia. Pabrik itu memproduksi helium yang digunakan dalam mesin roket berbahan bakar cair serta berbagai sistem pemandu, juga etana yang menjadi bahan utama dalam pembuatan bahan bakar roket padat dan bubuk mesiu.

Serangan pada Rabu malam turut menghantam dua pusat komunikasi satelit yang digunakan militer Rusia.

Salah satunya adalah Pusat Komunikasi Antariksa Dubna di dekat Moskow, yang disebut sebagai kompleks komunikasi satelit berbasis darat terbesar di Rusia. Target lainnya berada di wilayah Vladimir, di sebelah timur ibu kota.

Laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen, sementara otoritas Rusia belum memberikan komentar.

Staf Umum Ukraina tidak menjelaskan pula apakah serangan dilakukan menggunakan drone atau rudal. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, Ukraina memang menggunakan drone untuk menyerang Moskow dan St. Petersburg.

Ukraina Terus Menggempur Krimea

Dalam beberapa waktu terakhir, Ukraina memusatkan serangan drone dan rudal ke Krimea dengan tujuan memutus akses menuju semenanjung yang diduduki Rusia tersebut. Serangan drone pada Rabu malam menyebabkan pemadaman listrik di Sevastopol, kata Gubernur Sevastopol yang ditunjuk Moskow, Mikhail Razvozhayev.

Krimea, yang dianeksasi Rusia secara ilegal pada 2014, memiliki posisi strategis di Laut Hitam. Wilayah itu menjadi lokasi pangkalan angkatan laut sekaligus jalur pasokan penting bagi pasukan Rusia di Ukraina.

Zelenskyy sebelumnya mengatakan Ukraina telah menghancurkan lebih dari 60.000 ton amunisi Rusia setelah menyerang gudang persenjataan Armada Baltik di dekat St. Petersburg.

Ukraina berupaya mengganggu jalur logistik militer Rusia di Krimea sekaligus menyerang jaringan listrik di semenanjung tersebut pada puncak musim liburan. Kyiv berharap kampanye itu dapat mempermalukan Putin dan meningkatkan tekanan publik agar mengakhiri perang, menurut para analis Barat.

Dinas Keamanan Ukraina pada Rabu juga menyatakan telah menyerang dua pangkalan udara militer dan menghancurkan sistem rudal di Krimea.

Read Entire Article