8 Agustus 1967: ASEAN Resmi Berdiri di Bangkok, Ini Sejarah Pembentukannya

5 hours ago 3

Liputan6.com, Bangkok - Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) resmi berdiri pada 8 Agustus 1967 setelah lima negara Asia Tenggara sepakat membentuk organisasi regional untuk memperkuat kerja sama dan menjaga perdamaian di kawasan. Pembentukan ini lantas menciptakan sejarah.

Dikutip dari situs resmi ASEAN, Sabtu (8/8/2026), pendirian ASEAN ditandai dengan penandatanganan Deklarasi ASEAN atau Deklarasi Bangkok oleh lima tokoh dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Kelima tokoh tersebut adalah Menteri Luar Negeri Indonesia Adam Malik, Menteri Luar Negeri Filipina Narciso R. Ramos, Wakil Perdana Menteri Malaysia Tun Abdul Razak, Menteri Luar Negeri Singapura S. Rajaratnam, serta Menteri Luar Negeri Thailand Thanat Khoman.

Mereka menandatangani dokumen tersebut di aula utama gedung Kementerian Luar Negeri Thailand di Bangkok. Kelimanya kemudian dikenal sebagai Bapak Pendiri ASEAN.

Deklarasi Bangkok merupakan dokumen singkat yang hanya terdiri dari lima pasal. Dokumen tersebut menetapkan pembentukan organisasi kerja sama regional yang mencakup negara-negara Asia Tenggara sekaligus menjelaskan tujuan dan prinsip organisasi.

Kerja sama yang hendak dibangun mencakup berbagai bidang, mulai dari ekonomi, sosial, budaya, teknis hingga pendidikan. ASEAN juga bertujuan mendorong perdamaian dan stabilitas regional melalui penghormatan terhadap keadilan, supremasi hukum, serta prinsip-prinsip yang tercantum dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Deklarasi tersebut menyatakan ASEAN terbuka bagi seluruh negara di Asia Tenggara yang memiliki tujuan, prinsip, dan maksud yang sama.

Pembentukan ASEAN juga dilandasi tekad negara-negara Asia Tenggara untuk membangun persahabatan dan kerja sama demi menciptakan perdamaian, kebebasan, serta kemakmuran bagi masyarakat kawasan dan generasi mendatang.

Gagasan pembentukan organisasi regional tersebut muncul setelah Thailand berupaya memfasilitasi rekonsiliasi antara Indonesia, Filipina, dan Malaysia yang sebelumnya terlibat dalam sejumlah persoalan dan ketegangan politik.

Thanat Khoman, salah satu tokoh kunci yang terlibat dalam proses pembentukan ASEAN, mengatakan gagasan tersebut muncul dalam jamuan makan malam yang digelar untuk menandai rekonsiliasi antara negara-negara yang berselisih.

“Saya mengusulkan gagasan untuk membentuk organisasi lain sebagai kerja sama regional bersama Adam Malik. Malik langsung setuju, tetapi meminta waktu untuk berdiskusi dengan pemerintahnya dan menormalisasi hubungan dengan Malaysia, mengingat konfrontasi tersebut telah usai,” kata Khoman.

Menurut Khoman, Kementerian Luar Negeri Thailand kemudian mulai menyusun rancangan piagam untuk organisasi regional baru tersebut.

Thailand selanjutnya mengundang Malaysia dan Filipina, yang sebelumnya merupakan anggota Association of Southeast Asia (ASA), serta Indonesia untuk menghadiri pertemuan di Bangkok. Singapura kemudian turut bergabung dengan mengirimkan Menteri Luar Negeri S. Rajaratnam.

Permintaan Singapura untuk ikut dalam pembentukan organisasi tersebut disambut positif meskipun rencana awal hanya mencakup anggota ASA dan Indonesia.

Pada awal Agustus 1967, kelima menteri luar negeri tersebut menghabiskan empat hari di Bang Saen, sebuah kota pesisir yang berjarak kurang dari 100 kilometer di tenggara Bangkok. Mereka membahas dan merundingkan rancangan dokumen pembentukan organisasi dalam suasana yang relatif santai.

Perundingan tidak sepenuhnya berjalan mudah. Masing-masing negara membawa latar belakang sejarah dan kepentingan politik yang berbeda.

Namun, kelima tokoh tersebut berhasil menyelesaikan berbagai perbedaan melalui pembahasan yang fleksibel dan informal. Pola perundingan tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu ciri khas dalam pertemuan para menteri ASEAN.

Setelah melalui rangkaian perundingan tersebut, kelima negara akhirnya secara resmi mendeklarasikan pembentukan ASEAN pada 8 Agustus 1967 di Bangkok melalui penandatanganan Deklarasi ASEAN, yang juga dikenal sebagai Deklarasi Bangkok.

Sejak saat itu, 8 Agustus diperingati sebagai hari berdirinya ASEAN.

Read Entire Article