Keajaiban Ayah dan Anak Selamat 4 Hari Pasca Gempa Venezuela

15 hours ago 6

Liputan6.com, Caracas - Harapan yang nyaris padam kembali menyala di Venezuela. Seorang ayah dan putranya berhasil dievakuasi hidup-hidup dari reruntuhan bangunan di Negara Bagian La Guaira pada Minggu (28/6/2026), empat hari setelah dua gempa bumi dahsyat mengguncang negara itu.

Di tengah upaya pencarian yang masih berlangsung, tim penyelamat dan warga terus menyisir tumpukan puing di sepanjang pesisir utara Venezuela. Hamparan reruntuhan di lokasi itu nyaris tak dapat dibedakan satu sama lain.

Sejak gempa magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah tersebut pada Rabu (24/6), tim pencarian bersama warga setempat meyakini sudah tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan di bawah reruntuhan bangunan di La Guaira, salah satu daerah yang mengalami kerusakan paling parah.

Keyakinan itu akhirnya terpatahkan ketika tim penyelamat menemukan tanda-tanda kehidupan dari balik puing-puing pada Minggu.

Dari sela-sela beton yang runtuh, tampak sepasang kaki berdebu bergerak. Tim penyelamat dari Virginia, Prancis, dan Venezuela kemudian berhasil mengeluarkan seorang pria yang telah terjebak di bawah reruntuhan selama empat hari.

Pria itu dievakuasi dengan sangat hati-hati. Tubuhnya lemas, tetapi tangannya masih menggenggam telepon seluler. Setelah dibaringkan di atas terpal hitam, petugas segera memasang infus.

Tak lama kemudian, putranya juga berhasil dievakuasi. Bocah itu dikeluarkan tanpa mengenakan baju dan nyaris tidak memberikan respons, dioper dari satu petugas ke petugas lain yang mengenakan helm keselamatan bertuliskan "Fairfax County Urban Search & Rescue" di punggung seragam mereka.

"Pelan, pelan, hati-hati, hati-hati," seru para petugas dalam campuran bahasa Spanyol dan Inggris saat menggotong ayah dan anak itu menembus kerumunan warga menuju ambulans yang telah bersiaga di dekat lokasi seperti dilaporkan Associated Press.

Keberhasilan penyelamatan itu langsung disambut tepuk tangan para anggota tim yang telah berhari-hari melakukan operasi pencarian, ketika harapan menemukan korban selamat mulai menipis.

Jurnalis Associated Press Juan Pablo Arraez dan Matias Delacroix termasuk di antara orang-orang yang menyaksikan langsung proses penyelamatan tersebut.

Arraez mengatakan, pada Minggu mereka sedang menyusuri wilayah La Guaira "untuk melihat apakah masih ada keajaiban" ketika mendapati tim penyelamat asal Amerika Serikat (AS) bersama warga setempat bekerja dengan tenang mengevakuasi ayah dan anak tersebut.

"Di tahap seperti ini, banyak orang mulai kehilangan harapan. Itu terlihat jelas dari wajah mereka," kata Arraez di tengah lalu lalang helikopter di atas lokasi. "Ketika ada yang berhasil diselamatkan hidup-hidup, seperti ayah dan anak ini, itu bukan lagi sekadar secercah harapan, melainkan harapan yang benar-benar nyata bagi masyarakat." 

Dua gempa yang mengguncang secara beruntun itu menjadi bencana alam terbesar yang melanda Venezuela dalam beberapa dekade terakhir.

Hingga Minggu, otoritas melaporkan 1.450 orang meninggal dunia. Ribuan lainnya mengalami luka-luka, sementara banyak korban masih dinyatakan hilang.

Dalam bencana alam, 48 hingga 72 jam pertama merupakan masa paling krusial bagi operasi penyelamatan. Meski demikian, peluang korban untuk bertahan hidup dapat lebih lama apabila masih memiliki akses terhadap makanan dan air.

Di tengah duka mendalam, sejumlah momen yang menghadirkan optimisme, solidaritas, dan kemanusiaan terus bermunculan.

Petugas pemadam kebakaran Venezuela terlihat menuangkan air ke mulut seekor anjing yang tubuhnya dipenuhi debu dan hanya mampu menjulurkan kepala melalui celah-celah reruntuhan beton.

Seorang perempuan lain yang terjebak selama 70 jam juga berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Saat dibawa menuju ambulans di atas tandu, ia tampak tersenyum dan melambaikan tangan kepada warga yang bersorak menyambutnya.

Read Entire Article