Turis China Dikecam usai Masukkan Uang Ritual Kematian ke Kotak Donasi Kuil Jepang

2 months ago 64

Liputan6.com, Tokyo - Perilaku buruk wisatawan asal China tuai kritik dan kemarahan publik setelah terekam memasukkan selembar uang kertas yang dikenal sebagai "uang neraka" ke dalam kotak sumbangan di salah satu kuil di Jepang. Video dari kejadian tersebut tersebar luas di media sosial dan memicu ketegangan antara dua negara.

Dari rekaman yang beredar pada bulan November, terlihat pria tak dikenal menggunakan selembar uang kertas yang bukan asli, melainkan "uang neraka" yaitu uang ritual yang biasanya dibakar dalam tradisi Tiongkok untuk mendoakan orang yang telah meninggal.

Sementara uang ini tidak boleh digunakan dalam ritual omikuji, yaitu proses memasukkan uang asli ke kotak sumbangan untuk mengambil ramalan keberuntungan di kuil Sensoji Jepang, dilansir dari laman SCMP, Jumat (5/12/2025).

Kesalahan Ritual Budaya

Ritual seharusnya memasukkan uang senilai 100 yen (sekitar Rp10 ribu) ke dalam kotak dan menarik satu dari 100 batang bambu dalam tabung. Kemudian mengikuti omikuji atau ramalan kertas yang sesuai dengan angka batang bambu yang ditarik.

Alih-alih menggunakan uang asli, pria itu justru memakai uang ritual kematian dan menarik batang bernomor 68 yang menerima omikuji bertuliskan 'kichi", yang berarti keberuntungan.

Namun, ucapannya membuat beragam reaksi dari video yang diunggah, ia berkata bahwa keberuntungan dari kuil Jepang tidak berlaku baginya karena berbeda kepercayaan yang sebagai warga China.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK, di Gedung Sasana Budaya Ganesha ITB, Selasa (18/11). Dalam acara tersebut, Dedi Mulyadi ditemani sang putri, Nyi Hyang.

Ketegangan antara Beijing dan Tokyo

Memasukkan uang jenis ini ke kotak sumbangan kuil dianggap membawa sial, apalagi jika dibawa saat bepergian. Sehingga perilakunya yang tidak memahami budaya dan menghormati kepercayaan di tempat lain dianggap tidak sopan dan memalukan.

Videonya kini menjadi viral dan banyak beragam komentar muncul, mulai dari kritik keras hingga rasa malu dari sesama warga Tiongkok.

Salah satu dari ketiga pengamat daring turut menanggapi perilakunya.

"Dia melanggar hukum dengan mengambil keberuntungan tanpa membayar. Dia harus dihukum atas perilakunya," ucapnya.

Netizen yang lain menyebut jika kasus seperti ini dapat memberikan kesan buruk kepada orang Tiongkok.

"Karena orang-orang seperti inilah dunia menganggap orang Tiongkok sebagai turis yang buruk," ucapnya. 

Perilaku yang tidak menghormati budaya setempat dan memicu ketegangan antara Beijing dan Tokyo, memanggil pemerintah Jepang yang mengingatkan warganya di Tiongkok untuk selalu waspada terhadap keselamatan diri.

Sementara pemerintah Tiongkok mendesak warganya untuk menunda bepergian ke Jepang. Beberapa maskapai penerbangan bahkan menawarkan pengembalian tiket, yang mencatat 543.000 pembatalan antara 15 dan 18 November.

Read Entire Article