Sering Sakit Kepala dengan Gejala Ini Bisa Jadi Ada Masalah Serius di Otak

19 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Sakit kepala sering kali dianggap sebagai masalah kesehatan ringan yang bisa hilang dengan istirahat atau obat pereda nyeri. Namun, tidak semua sakit kepala bisa dianggap sepele.

Dokter spesialis bedah saraf subspesialis neurofungsional tulang belakang, Agung Heri Wahyudi, mengatakan bahwa memang benar sebagian besar sakit kepala tidak berbahaya.

Misalnya sakit kepala tegang yang ditandai dengan rasa seperti kepala diikat kencang. Lalu, migrain yang ditandai dengan nyeri berdenyut, sering di satu sisi kepala, dapat disertai mual, muntah, dan sensitif terhadap cahaya atau suara. Bisa juga sakit kepala cluster yakni nyeri hebat di sekitar mata, muncul berkelompok dalam periode tertentu.

"Meski umumnya tidak berbahaya, sakit kepala yang muncul terus-menerus atau berubah pola perlu mendapat perhatian medis lebih lanjut," kata Agung dalam keterangan tertulis.

Agung mengingatkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika sakit kepala disertai salah satu atau beberapa tanda berikut:

  • Sakit kepala semakin sering dan semakin berat dari waktu ke waktu.
  • Nyeri kepala muncul tiba-tiba dan sangat hebat.
  • Sakit kepala yang membangunkan Anda dari tidur.
  • Mual dan muntah yang berulang tanpa sebab jelas.
  • Gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur atau ganda.
  • Kejang, kelemahan anggota gerak, atau gangguan bicara.
  • Perubahan perilaku, emosi, atau daya ingat.

Agung mengatakan bahwa gejala-gejala tersebut bisa menjadi petunjuk adanya peningkatan tekanan di dalam kepala atau gangguan pada jaringan otak.

Sering Sakit Kepala, Apa Itu Tanda Tumor Otak?

Seseorang dengan tumor di otak juga kerap mengeluhkan sakit kepala. Keberadaan tumor dapat menekan jaringan otak dan meningkatkan tekanan di dalam tengkorak, kata Agung, sehingga menimbulkan sakit kepala.

Namun, ada beberapa ciri sakit kepala akibat tumor otak antara lain:

· Nyeri terasa lebih berat pada pagi hari.

· Semakin memburuk saat batuk, bersin, atau mengejan.

· Tidak membaik dengan obat pereda nyeri biasa.

· Adanya gejala saraf lain seperti kejang, gangguan keseimbangan, atau perubahan kepribadian.

Meski begitu, Agung menekankan bahwa tidak semua sakit kepala menandakan tumor otak. "Namun, sakit kepala berulang dengan pola yang tidak biasa sebaiknya tidak diabaikan."

Cara Mengetahui Penyebab Sakit Kepala

Mengingat ada faktor penyebab sakit kepala berulang maka untuk mengetahui penyebab dokter akan melakukan sederet pemeriksaan. Mulai dari wawancara medis dan pemeriksaan fisik.

Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan saraf untuk menilai fungsi otak dan saraf. Lalu, pemeriksaan penunjang seperti CT scan atau MRI kepala untuk melihat struktur otak. "Pemeriksaan ini penting untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit serius dan menentukan penanganan yang tepat," tuturnya. 

 Jika saat pemeriksaan ditemukan adanya tumor di otak, maka penanganan bergantung pada jenis, ukuran, lokasi tumor, serta kondisi umum pasien. Beberapa pilihan terapi meliputi:

· Operasi pengangkatan tumor.

· Radioterapi.

· Kemoterapi.

· Terapi target atau imunoterapi pada kasus tertentu.

Maka dari itu, Agung meminta masyarakat untuk tidak mengabaikan jika kerap mengalami sakit kepala. Apalagi jika semakin berat atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan.

"Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan penyebabnya lebih cepat dan mencegah komplikasi yang lebih serius," tandas Agung.

Read Entire Article