Melihat seperti Ada Benang Melayang di Mata? Kenali Floaters dan Penyebabnya

5 hours ago 1
  • Apa itu floaters mata?
  • Kapan floaters mata perlu diperiksakan ke dokter?
  • Bisakah floaters mata diperlambat kedatangannya?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Semua orang tentu berharap bisa memiliki pandangan yang jelas ketika melihat sesuatu. Namun, ketika melihat bayangan tipis seperti garis atau titik yang melayang-layang mengikuti arah pandang, itu adalah floaters mata.

"Kondisi ini membuat orang yang mengalami melihat seperti ada titik hitam atau garis seperti benang yang bergerak mengikuti bayangan. Kondisi ini terutama lebih disadari ketika melihat langit yang terang atau kondisi terang," kata dokter spesialis mata Dearaini.

Lebih lanjut, Dea mengungkaplan bahwa mata memiliki cairan yang kental seperti gel bernama Vitreus. Vitreus berisi air, kolagen, dan hyaluronan, yang berfungsi untuk mempertahankan bentuk bola mata dan menyalurkan cahaya ke retina.

Pada mata normal, cahaya masuk melewati lensa, kornea, dan vitreus, menuju retina yang terletak di bagian belakang mata. Gangguan pada vitreus dapat menyebabkan timbulnya bayangan yang tampak sebagai floaters.

"Kehadiran gumpalan cairan ini yang kemudian terlihat seperti bayangan yang mengambang di lapang pandang mata," kata dokter yang sehari-hari praktik di Eka Hospital Permata Hijau dalam temu media di Jakarta.

Dalam banyak kasus, floaters pada mata merupakan hal normal dan umum terjadi seiring proses penuaan. Namun, gangguan pada vitreus bisa juga karena perdarahan pada mata, peradangan pada mata bagian belakang, robekan pada retina, tumor mata dan operasi atau prosedur pada mata. Meski begitu, penting untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin, terutama jika Anda mengalami floaters dalam jangka panjang.

Tanda Bahaya Floaters, Segera Periksa ke Dokter

Dea mengatakan bahwa kebanyakan kasus floaters tidak berbahaya. Namun, bila mengalami kondisi floaters yang muncul tiba-tiba dalam jumlah banyak itu perlu segera diperiksa ke dokter.

Lalu, floaters yang disertai kilatan cahaya, penglihatan seperti tertutup tirai hitam dan penglihatan yang menurun mendadak itu perlu juga segera cek ke dokter mata.

"Jika mengalami gejala tersebut, segera periksa ke dokter mata karena bisa menandakan robekan atau lepasnya retina (retinal detachment), kondisi yang memerlukan tindakan segera agar penglihatan tidak hilang permanen," saran Dea.

Bisakah Memperlambat Floaters Datang?

Tidak ada cara khusus untuk memperlambat floaters datang lantaran seiring bertambah usia cairan ini vitreus mulai mengerut dan menciptakan bayangan kecil di retina yang terlihat seperti bintik, serat, atau sarang laba-laba.

Meski begitu, Dea mengatakan ada beberapa hal yang bisa diupayakan dengan menjaga kesehatan mata. Caranya:

1. Cek Mata Rutin

Pada orang dewasa sehat tanpa keluhan, disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan mata dua tahun sekali. Sementara itu untuk orang dengan faktor risiko tinggi seperti diabetes, rabun jauh (miopia tinggi), atau riwayat operasi/cedera mata, pemeriksaan disarankan setahun sekali.

"Dengan deteksi dini, dokter dapat mengenali tanda-tanda awal robekan retina atau perdarahan vitreous, yang kadang menjadi penyebab floaters parah," kata Dea.

2. Kontrol Penyakit Kronis

Orang dengan diabetes dan hipertensi perlu mengontrol tekanan darah dan gula darah. Jika tidak, penyakit tersebut bisa mempercepat munculnya floaters atau memperburuk kondisi.

3. Lindungi Mata dari Paparan Sinar UV

Sinar ultraviolet dari matahari dapat mempercepat penuaan struktur mata, termasuk vitreous dan retina. Gunakan kacamata hitam dengan perlindungan UV 100 persen saat beraktivitas di luar ruangan.

4. Konsumsi Nutrisi yang Menyehatkan Mata

Dea mengatakan ada beberapa nutrisi yang menjaga kesehatan mata diantaranya vitamin C dan E yang mengandung antioksidan kuat yang membantu melawan radikal bebas penyebab penuaan jaringan mata.

Lalu, konsumsi juga makanan tinggi lutein dan zeaxanthin bisa dari brokoli, bayam atau kale. Kandungannya membantu agar pigmen alami yang melindungi retina dari cahaya biru dan stres oksidatif.

"Diet kaya buah, sayur, biji-bijian, dan ikan laut dalam terbukti dapat memperlambat proses degeneratif pada mata, termasuk risiko munculnya floaters baru," kata Dea.

5. Hindari Cedera pada Mata

Benturan keras pada kepala atau mata dapat memicu pergeseran cairan vitreous secara mendadak, menyebabkan robekan retina dan kemunculan floaters mendadak. Salah satu langkah antisipasi adalah menggunakan pelindung mata (goggles) saat berolahraga ekstrem atau bekerja dengan benda tajam dan partikel halus.

6. Hindari Merokok

Rokok dapat mempercepat degenerasi makula dan mengurangi aliran darah ke retina. Nikotin dan radikal bebas dalam asap rokok juga mempercepat degradasi kolagen vitreous, sehingga memicu pembentukan floaters lebih cepat.

7. Istirahatkan Mata dari Layar

Menatap gadget seperti layar komputer dan HP bisa memicu kelelahan mata. Walaupun tidak menyebabkan floaters secara langsung, kondisi ini bisa memperburuk persepsi terhadap bintik melayang.

Maka dari itu, Terapkan aturan 20-20-20: Setiap 20 menit, istirahatkan mata selama 20 detik. Pandang objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter).

Read Entire Article