Kenapa Anak Butuh Makanan Tinggi Protein? Ini Penjelasan dan Sumber Terbaiknya

18 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Makanan tinggi protein sering kali hanya dikaitkan dengan pembentukan otot. Padahal, bagi anak-anak, protein punya peran jauh lebih besar. Mulai dari mendukung pertumbuhan fisik hingga perkembangan otak.

Kurangnya asupan protein bisa berdampak serius. Anak tidak hanya berisiko mengalami hambatan pertumbuhan, tapi juga gangguan perkembangan kognitif. Hal ini karena otak, seperti organ tubuh lainnya, membutuhkan nutrisi yang cukup untuk berkembang secara optimal.

President of Indonesian Nutrition Association, Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK(K) mengatakan bahwa banyak orang tua masih salah kaprah dalam memahami kebutuhan nutrisi anak.

"Orang tua sering bertanya makanan apa yang bisa membuat anak pintar. Padahal, yang sering dilupakan adalah otak berada di dalam tubuh. Jika tubuh kekurangan nutrisi, termasuk protein, maka otak juga tidak bisa berkembang dengan baik," katanya.

Protein sendiri merupakan zat gizi penting yang tersusun dari asam amino. Ada dua jenis asam amino, yaitu non-esensial yang bisa diproduksi tubuh, dan esensial yang harus diperoleh dari makanan.

Pada anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, kata Luciana, kebutuhan protein menjadi lebih tinggi karena tubuh terus membangun jaringan baru.

Tak hanya itu, protein juga berperan dalam memperkuat sistem imun. Anak yang kekurangan protein cenderung lebih mudah sakit. Ketika sering sakit, kondisi tubuh akan semakin lemah, berat badan sulit naik, dan pertumbuhan tinggi badan pun terhambat.

"Ini seperti lingkaran yang tidak terputus. Anak yang kekurangan protein akan lebih mudah sakit, lalu menjadi kurus, kemudian pertumbuhannya terganggu, termasuk perkembangan otaknya," tambah Luciana.

Namun, penting dipahami bahwa konsumsi protein tidak bisa berdiri sendiri. Agar bisa dimanfaatkan secara optimal oleh tubuh, protein harus didukung oleh asupan kalori yang cukup. Jika tidak, protein justru akan dipecah menjadi energi, bukan digunakan untuk pertumbuhan.

Read Entire Article