Dokter Meninggal Karena Campak, Ternyata Penyakit Ini Bisa Lebih Berbahaya dari yang Dikira

11 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Kasus dokter meninggal karena campak kembali membuka mata banyak orang bahwa penyakit ini tidak bisa dianggap sepele. Selama ini, campak kerap dikenal sebagai penyakit anak-anak dengan gejala ringan seperti demam dan ruam. Namun faktanya, campak bisa berkembang menjadi kondisi serius, bahkan berujung fatal.

Pendiri dan Ketua Health Collaborative Centre (HCC), Ray Wagiu Basrowi menegaskan bahwa anggapan tersebut perlu diluruskan.

"Banyak orang masih berpikir campak itu biasa. Padahal, campak adalah salah satu penyakit paling menular di dunia dan bisa menyebabkan komplikasi berat," ujarnya dikutip Health Liputan6.com dari unggahan di akun Instagram @hcc.indonesia pada Minggu, 29 Maret 2026.

Risiko Komplikasi Campak yang Mematikan

Infeksi virus campak tidak hanya menimbulkan gejala ringan. Dalam beberapa kasus, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak (ensefalitis), gagal napas, hingga kematian.

Kondisi ini umumnya terjadi pada individu dengan daya tahan tubuh yang lemah. Namun, bukan berarti orang dewasa yang terlihat sehat tidak berisiko.

"Campak bisa sangat berbahaya, terutama jika kondisi tubuh sedang tidak optimal," ujar Ray.

Dampak Tersembunyi dari Campak adalah Immune Amnesia

Salah satu fakta yang jarang diketahui adalah dampak campak terhadap sistem kekebalan tubuh. Setelah terinfeksi, tubuh dapat mengalami kondisi yang disebut immune amnesia.

Dalam kondisi ini, sistem imun seolah 'reset' dan kehilangan memori terhadap infeksi yang pernah dilawan sebelumnya. Akibatnya, seseorang menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit lain setelah sembuh dari campak.

"Ini bukan hanya soal infeksi saat itu, tetapi juga dampak jangka panjang terhadap sistem imun," ujarnya.

Read Entire Article