Campak pada Dewasa Tak Sesederhana yang Dikira, Dokter Ungkap Risiko Komplikasinya

10 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Dr. dr. Adityo Susilo, Sp.PD, K-PTI, FINASIM, menjelaskan bahwa campak pada dewasa umumnya dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, hal ini biasanya terjadi pada pasien yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik.

"Umumnya pasien bisa sembuh tanpa komplikasi," ujarnya.

Meski demikian, campak pada dewasa tetap tidak bisa dianggap sepele, terutama pada kelompok rentan. Pada kondisi tertentu, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius.

Adityo mengingatkan bahwa virus campak dapat menyebar ke berbagai organ tubuh. Hal ini berpotensi memicu komplikasi, terutama pada individu dengan daya tahan tubuh yang sedang menurun.

Kelompok Rentan Komplikasi Campak

Beberapa kelompok yang berisiko mengalami komplikasi akibat campak antara lain:

  1. Individu dengan malanutrisi
  2. Pasien dengan gangguan sistem imun, seperti orang dengan HIV dan AIDS
  3. Pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi
  4. Ibu hamil

Risiko Komplikasi Campak yang Perlu Diwaspadai

Campak dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, di antaranya:

  1. Pneumonia
  2. Infeksi otak (ensefalitis)
  3. Gangguan mata, seperti keratitis
  4. Infeksi telinga

Khusus pada ibu hamil, meskipun campak tidak bersifat teratogenik seperti rubella, infeksi ini tetap dapat berdampak buruk. Campak dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh secara sementara, sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi sekunder.

Risiko Kematian Karena Campak Relatif Rendah

Menurut Adityo, komplikasi berat yang berujung pada kematian pada kasus campak pada dewasa tergolong jarang. Angka kejadiannya diperkirakan sekitar 1 dari 1.000 kasus.

"Meski begitu, kita tetap perlu waspada," tambahnya.

Penanganan Campak: Fokus pada Terapi Suportif

Hingga saat ini, belum ada antivirus spesifik untuk mengobati campak. Oleh sebab itu, penanganan difokuskan pada terapi suportif.

"Yang penting adalah memastikan cairan cukup, nutrisi terpenuhi, dan kondisi pasien terus dipantau," ujarnya.

Selain itu, pemberian vitamin A juga dapat membantu menjaga kesehatan mukosa serta mempercepat proses pemulihan pasien.

Vaksinasi Jadi Kunci Pencegahan Campak

Adityo menekankan bahwa vaksinasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah infeksi campak sekaligus menekan risiko komplikasi.

"Vaksinasi ini penting untuk membentuk daya tahan tubuh sebelum terinfeksi," katanya.

Sejalan dengan itu, PAPDI juga mengingatkan pentingnya peningkatan cakupan vaksinasi, terutama bagi mereka yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Langkah ini dinilai krusial untuk mengendalikan penularan campak di masyarakat.

Read Entire Article