90 Persen Pasien Kanker Kolorektal Terdeteksi Stadium 4, Dokter: Skrining Awal Penting

4 hours ago 2

Liputan6.com, Singapura - Kanker kolorektal atau usus besar di Indonesia kebanyakan dideteksi saat sudah stadium lanjut. Berdasarkan pengalaman Dr. dr. Albertus Ari Adrianto, Sp.B, Subsp.BD(K) di ruang praktik, sekitar 90 persen pasien kanker kolorektalditemukan sudah stadium 4.

"Pasien di Indonesia datang ke saya kankernya sudah stadium 4 kebanyakan, mungkin sekitar 90 persen," tutur pria yang saat ini praktik di Primaya Hospital Semarang, Jawa Tengah ini.

Ari yang juga dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro ini sangat menyayangkan banyak pasien kanker kolorektal datang sudah stadium lanjut. Padahal jika ditemukan stadium 1 atau 2 maka angka kesembuhan bisa tinggi.

"Stadium 2 angka kesembuhannya sangat tinggi bisa 80-90 persen. Tapi kalau sudah stadium 4 ya tinggal 40 persen angka harapan hidupnya," tuturnya

Maka dari itu, ia berharap skrining kanker kolorektal di Indonesia berjalan agresif seperti di Eropa dan Amerika sehingga kanker ditemukan masih stadium awal.

"Saat dulu belajar di IRCAD (Institut de Recherche contre les Cancers de l'Appareil Digestif), kanker ditemukan masih kecil-kecil, sehingga penangannya mudah," tutur Ari saat ditemui dalam pertemuan di Singapura pada awal Maret 2026.

Ia optimistis bahwa skrining awal bisa dilakukan di Indonesia mengingat puskesmas di Tanah Air sudah melakukan hal itu. Untuk kanker kolorektal, skrining bisa dilakukan dengan pemeriksaan feses. Bila pada feses ditemukan ada darah maka bisa dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebabnya.

"Di Indonesia, paling sederhana di fasilitas kesehatan tingkat satu yakni puskesmas, yang bisa dilakukan di puskesmas lewat pemeriksaan feses. Kalau ada darah di feses, bisa dirujuk ke rumah sakit untuk dilakukan skrining tahap dua yakni kolonoskopi," tuturnya.

Kolonoskopi adalah skirining atau pemeriksaan yang bertujuan untuk mendeteksi adanya perubahan yang tidak normal pada usus besar (kolon) dan rektum. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara memasukkan sebuah selang fleksibel yang terdapat kamera kecil pada ujung selang ke dalam anus.

"Karena dengan kolonoskopi itu kita bisa menemukan kecil sekalipun. Polip pun bisa," tuturnya.Skrining kanker kolorektal di atas 45 tahun disarankan melakukannya.

Read Entire Article