:strip_icc()/kly-media-production/medias/5556207/original/061854200_1776236356-1.jpg)
1/8
Anak-anak pengungsi Palestina menerima makanan dari dapur amal di kamp pengungsi Nuseirat, Jalur Gaza Tengah pada 13 April 2026. Krisis pangan di Jalur Gaza memasuki fase yang kian mengkhawatirkan. (Eyad Baba/AFP)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5556208/original/093655300_1776236356-2.jpg)
1/8
Kesenjangan antara kebutuhan dan pasokan kian melebar. Tampak dalam foto, para pengungsi Palestina menunggu untuk menerima makanan dari dapur amal di kamp pengungsi Nuseirat, Jalur Gaza Tengah pada 13 April 2026. (Eyad Baba/AFP)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5556209/original/023695400_1776236357-3.jpg)
1/8
Kantor media pemerintah Gaza dalam pernyataannya pada Minggu 12 April 2026, menyebut kondisi saat ini sebagai dampak pembatasan pasokan yang terus berlangsung oleh Israel. Tampak dalam foto, anak-anak pengungsi Palestina menerima makanan dari dapur amal di kamp pengungsi Nuseirat, Jalur Gaza Tengah pada 13 April 2026. (Eyad Baba/AFP)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5556210/original/049804300_1776236357-4.jpg)
1/8
Situasi ini menempatkan pengungsi Palestina berada di ambang kelaparan. Tampak dalam foto, anak-anak pengungsi Palestina menunggu untuk menerima makanan dari dapur amal di kamp pengungsi Nuseirat, Jalur Gaza Tengah pada 13 April 2026. (Eyad Baba/AFP)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5556211/original/078656500_1776236357-5.jpg)
1/8
Meski perjanjian gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hamas mengizinkan masuknya hingga 600 truk bantuan per hari, otoritas Gaza menyebut volume aktual yang diizinkan hanya sekitar 38 persen dari tingkat pasokan sebelum perang. Tampak dalam foto, anak-anak pengungsi Palestina menunggu untuk menerima makanan dari dapur amal di kamp pengungsi Nuseirat, Jalur Gaza Tengah pada 13 April 2026. (Eyad Baba/AFP)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5556212/original/009661600_1776236358-7.jpg)
1/8
Kantor media pemerintah Gaza, pada Minggu 12 April 2026, mengatakan bahwa Jalur Gaza setiap harinya membutuhkan sekitar 450 ton, sementara pasokan yang tersedia saat ini hanya sekitar 200 ton. Tampak dalam foto, anak-anak pengungsi Palestina menerima makanan dari dapur amal di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza tengah pada 13 April 2026. (Eyad Baba/AFP)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5556213/original/047014000_1776236358-8.jpg)
1/8
Situasi semakin memburuk ketika sejumlah lembaga bantuan mengurangi distribusi pasokan bahan pangan. World Central Kitchen disebut-sebut menghentikan pasokan tepung harian sebesar 20 hingga 30 ton. Tampak dalam foto, anak-anak pengungsi Palestina memakan makanan yang mereka terima dari dapur amal di kamp pengungsi Nuseirat, Jalur Gaza Tengah pada 13 April 2026. (Eyad Baba/AFP)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5556214/original/079436800_1776236358-6.jpg)
1/8
Patut dicatat, terdapat sekitar 1,9 juta dari total populasi 2,4 juta warga Gaza yang bertahan hidup di lokasi-lokasi pengungsian, banyak di antaranya tinggal di tenda darurat setelah rumah mereka hancur akibat konflik berkepanjangan antara Israel dan Hamas. Tampak dalam foto, seorang anak laki-laki Palestina yang mengungsi makan dari mangkuk setelah menerima makanan dari dapur amal di kamp pengungsi Nuseirat, Jalur Gaza Tengah pada 13 April 2026. (Eyad Baba/AFP)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555512/original/022566800_1776160767-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555348/original/027826200_1776153037-1.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453378/original/090115300_1766476856-disab_cirebon.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5471176/original/015231200_1768279469-20260113BL_Pengenalan_Pelatih_Baru_Timnas_Indonesia__John_Herdman_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477859/original/053823700_1768883478-disabilitas_kab_probolinggo.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455127/original/080720800_1766634287-natal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5368253/original/080065000_1759368915-persib-bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473955/original/050209800_1768462709-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457498/original/029853000_1767002852-WhatsApp_Image_2025-12-29_at_15.31.11_3f186a85.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5312155/original/068813000_1754906267-1000195601.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4081174/original/010090300_1657147252-penyandang_kusta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1216325/original/021439400_1461734180-dokter.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5425992/original/049039500_1764245301-20251126AA_PMPC_Persija_Vs_PSIM-27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5440982/original/029784500_1765449160-Bonnie_Blue.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452727/original/035236000_1766455041-peparkot_serang.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5461255/original/043750800_1767354469-20260102AA_PMPC_Persija_Jakarta_Jelang_Lawan_Persijap_Jepara-12.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432107/original/022771100_1764756771-Flu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4878682/original/015534800_1719648934-260529_opini_Laksamana_Sukardi___.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5440453/original/006723600_1765434311-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439139/original/021928200_1765351321-IMG-20251210-WA0004.jpg)