:strip_icc()/kly-media-production/medias/5502590/original/024712000_1770989836-1.jpg)
1/7
Foto menunjukkan kondisi sebuah laboratorium tempat tanaman disimpan dalam kondisi steril di Kebun Raya Nasional Gryshko milik Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Ukraina di Kyiv pada 11 Februari 2026. (Genya SAVILOV/AFP)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5502591/original/051004100_1770989836-2.jpg)
1/7
Sejak dimulainya invasi skala penuh pada tahun 2022, Rusia secara sistematis menargetkan infrastruktur energi Ukraina. Tampak dalam foto, Kepala Departemen Tanaman Tropis dan Subtropis Kebun Raya Nasional Gryshko dari Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Ukraina yang juga seorang Doktor Ilmu Biologi, Roman Ivannikov, menunjukkan bunga anggrek di rumah kaca kebun di Kyiv pada 11 Februari 2026. (Genya SAVILOV/AFP)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5502592/original/081336700_1770989836-3.jpg)
1/7
Dan tahun ini, saat Ukraina mengalami musim dingin yang ekstrem, pemboman besar-besaran dan berulang Rusia seolah merampas energi listrik hingga pemanas dari ratusan ribu warga di negara yang pernah mendapat julukan Lumbung Pangan Eropa. Tampak foto yang menunjukkan rumah kaca dengan koleksi anggrek di Kebun Raya Nasional Gryshko dari Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Ukraina di Kyiv pada 11 Februari 2026. (Genya SAVILOV/AFP)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5502593/original/013581200_1770989837-4.jpg)
1/7
Lebih dari itu, serangan udara Rusia ke Ukraina memberi dampak kerusakan lingkungan yang masif, termasuk ancaman serius terhadap ribuan spesies tumbuhan. Tampak dalam foto, Kepala Departemen Tanaman Tropis dan Subtropis Kebun Raya Nasional Gryshko dari Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Ukraina yang juga seorang Doktor Ilmu Biologi, Roman Ivannikov, menunjukkan bunga anggrek di rumah kaca kebun di Kyiv pada 11 Februari 2026. (Genya SAVILOV/AFP)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5502594/original/044457900_1770989837-5.jpg)
1/7
Salah satu ancaman kerusakan akibat pemadaman listrik adalah koleksi berharga sekitar 4.000 spesies tanaman tropis yang disimpan di rumah kaca Kebun Raya Nasional Ukraina. Tampak foto yang menunjukkan bunga anggrek di Kebun Raya Nasional Gryshko milik Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Ukraina di Kyiv pada 11 Februari 2026. (Genya SAVILOV/AFP)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5502595/original/072209200_1770989837-6.jpg)
1/7
Kepala Departemen Tanaman Tropis dan Subtropis Kebun Raya Nasional Gryshko dari Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Ukraina yang juga seorang Doktor Ilmu Biologi, Roman Ivannikov, telah menghabiskan sekitar 30 tahun merawat anggrek, azalea, dan pohon ara di Kebun Raya Nasional Ukraina sangat khawatir dengan kondisi koleksi tanamannya. Tampak foto yang menunjukkan sebuah laboratorium tempat tanaman disimpan dalam kondisi steril di Kebun Raya Nasional Gryshko milik Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Ukraina di Kyiv pada 11 Februari 2026. (Genya SAVILOV/AFP)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5502596/original/098854700_1770989837-7.jpg)
1/7
Pemadaman listrik yang dipicu oleh serangan Rusia serta cuaca dingin ekstrem di Ukraina menciptakan ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi hampir 4.000 spesies tanaman tropis. Tampak dalam foto, seorang pria berjalan melewati tanaman yang tertutup salju di Kebun Raya Nasional Gryshko milik Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Ukraina di Kyiv pada 11 Februari 2026. (Genya SAVILOV/AFP)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502437/original/033356900_1770980242-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502327/original/071519000_1770977120-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453718/original/005599300_1766489436-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501667/original/006316700_1770952289-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983942/original/055434500_1649047421-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501371/original/015825700_1770898020-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500146/original/022964600_1770816549-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499425/original/004473400_1770785889-1.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406089/original/006566900_1762512009-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161503/original/090966100_1741846958-1741840983693_penyebab-autis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3980259/original/059576700_1648689083-220331_OPINI__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5032120/original/020113400_1733123995-fotor-ai-2024120214155.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423821/original/058306800_1764096334-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398804/original/020121200_1761897445-Abdul_Rauf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380909/original/004147800_1760438190-Ilustrasi_perundungan_di_Grobogan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405703/original/088328900_1762495927-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406988/original/070457800_1762657462-uld_pb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5369993/original/045407100_1759484291-WhatsApp_Image_2025-10-03_at_16.34.53.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293741/original/045684500_1753341485-2148817396.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403042/original/097694400_1762315278-job_fair_disabilitas_pramono_anung.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406319/original/030571500_1762537820-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293058/original/065406200_1753281729-WhatsApp_Image_2025-07-23_at_20.48.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355962/original/087526300_1758388524-Untitled.jpg)