AS Serang Lebih dari 8 Ribu Target Militer di Iran, Termasuk 130 Kapal

7 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Amerika Serikat (AS) telah menyerang lebih dari 8.000 target militer di Iran, termasuk 130 kapal, kata Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Brad Cooper, pada Sabtu (21/3).

“Sejauh ini, kami telah menyerang lebih dari 8.000 target militer, termasuk 130 kapal Iran,” ujar Cooper melalui platform X dalam pembaruan keempat terkait Operasi Epic Fury.

Ia menambahkan bahwa Angkatan Udara AS telah melaksanakan lebih dari 8.000 sorti tempur.

Pada 28 Februari, AS dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Iran kemudian melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel serta target militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

AS dan Israel awalnya menyatakan bahwa serangan “pendahuluan” tersebut diperlukan untuk menghadapi ancaman yang dipersepsikan dari program nuklir Iran, namun kemudian menegaskan bahwa mereka menginginkan perubahan kekuasaan di Iran.

AS Ancam Serang Pembangkit Listrik Iran Jika Tidak Buka Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menyerang dan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika mereka tidak membuka Selat Hormuz.

"Jika Iran tidak membuka secara penuh Selat Hormuz, dan tanpa ancaman, dalam waktu 48 jam dari saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, dimulai dari yang terbesar terlebih dahulu," kata Trump sebagaimana dikutip media sosial Gedung Putih dan disiarkan di X, pada Minggu (22/3).

Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan beberapa kota Iran lainnya, hingga menewaskan mantan pemimpin tertinggi Iran kala itu, Ali Khamenei, beserta sejumlah komandan militer senior dan ribuan warga sipil.

Iran membalasnya dengan melancarkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset-aset militer AS di Timur Tengah.

Iran juga membatasi perlintasan di Selat Hormuz guna memastikan keamanan di jalur perairan tersebut di tengah serangan AS dan Israel terhadap Iran.

AS-Israel Serang Kapal Sipil, Iran Ancam Akan Balas

Amerika Serikat dan Israel menyerang kapal sipil dan penumpang di Teluk Persia, dan jika serangan itu berlanjut, Iran akan melakukan balasan, kata juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya Ebrahim Zolfaghari.

"AS dan Israel, karena terus mengalami kekalahan di medan perang dan tidak mampu menghadapi serangan angkatan bersenjata Iran, mulai menyerang kapal sipil dan penumpang di Teluk Persia," kata Zolfaghari, seperti dikutip stasiun TV Iran SNN, Sabtu (21/3).

Ia menambahkan, jika AS dan Israel melanjutkan serangan "keji" tersebut, Iran akan mengambil tindakan "balasan serius".

Pada 28 Februari, AS dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.

Iran kemudian meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel dan target militer AS di Timur Tengah.

AS dan Israel awalnya mengeklaim "serangan pendahuluan" itu diperlukan untuk melawan ancaman dari program nuklir Iran, tetapi kemudian mereka mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk mengubah rezim yang berkuasa di Iran.

Read Entire Article