Liputan6.com, Jakarta - Di tengah sorotan internasional terhadap demonstrasi di Iran, muncul perbedaan mencolok antara narasi resmi pemerintah Iran dan persepsi yang berkembang di media global. Isu stabilitas nasional, jumlah korban, penangkapan, pembatasan internet, hingga tekanan ekonomi menjadi perhatian luas publik dunia.
Dalam wawancara eksklusif dengan Liputan6.com yang dilakukan secara tertulis, Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi memberikan penjelasan mengenai situasi terkini di negaranya, membantah sejumlah klaim yang beredar, sekaligus memaparkan langkah-langkah pemerintah Iran dalam menjaga stabilitas serta memperbaiki kondisi ekonomi domestik di tengah tekanan sanksi internasional.
Berikut wawancara Liputan6.com dengan Dubes Boroujerdi selengkapnya:
T: Yang Mulia, bagaimana Anda menjelaskan situasi terkini di Iran? Apakah aksi protes masih berlanjut? Jika masih berlanjut, bagaimana cakupan dan konsentrasi geografisnya?
J: Berdasarkan penilaian yang ada, situasi terkini di Iran berada dalam kondisi stabil dan terkendali. Aksi-aksi protes yang sebelumnya terutama dipicu oleh faktor-faktor ekonomi telah mereda dan kini telah berkurang menjadi pergerakan yang terbatas dan sporadis. Saat ini tidak terdapat aksi protes nasional yang terorganisasi di seluruh negeri dan kondisi di kota-kota besar berlangsung normal. Fokus lembaga-lembaga terkait juga diarahkan pada pemisahan antara tuntutan yang sah dan tindakan-tindakan anarkis, serta pada penanganan tuntutan ekonomi melalui jalur hukum dan dialog. Narasi mengenai "ketidakstabilan yang meluas" tidak sejalan dengan realitas di lapangan.
T: Terkait jumlah korban, baik yang meninggal dunia maupun yang terluka, apakah pemerintah Iran telah merilis data resmi? Jika ada, berapa jumlah yang dikonfirmasi dan apa penjelasan mengenai penyebab kematian tersebut? Saat ini banyak angka yang beredar merujuk pada organisasi hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat, khususnya HRANA, yang baru-baru ini mengklaim lebih dari 3.000 orang tewas. Bagaimana tanggapan Yang Mulia terhadap klaim tersebut?
J: Data resmi mengenai korban hanya diumumkan oleh otoritas berwenang Republik Islam Iran setelah melalui proses penelaahan yang cermat. Angka-angka yang dilebih-lebihkan, seperti klaim lebih dari 3.000 korban tewas yang disampaikan oleh sejumlah lembaga yang berbasis di Amerika Serikat, tidak memiliki dasar lapangan yang dapat diverifikasi serta tidak didukung oleh mekanisme verifikasi yang kredibel.
Kasus-kasus kematian yang terbatas pada umumnya disebabkan oleh tindakan kekerasan, kerusuhan yang terorganisasi, dan penyalahgunaan senjata, bukan akibat dari aksi protes damai. Klaim-klaim tersebut merupakan bagian dari perang hibrida dan pengeboman opini publik yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis, yang pada hakikatnya merupakan kelanjutan dari perang 12 hari di ranah media dan opini publik, dengan tujuan menciptakan persepsi ketidakstabilan dan memberikan tekanan politik.
Republik Islam Iran menegaskan komitmennya terhadap transparansi, peninjauan yudisial atas insiden-insiden yang terjadi, serta pemisahan yang tegas antara protes yang sah dan kekerasan yang terorganisasi.
T: Bagaimana tanggapan Yang Mulia terhadap klaim HRANA mengenai penangkapan lebih dari 24.000 orang terkait aksi protes? Apakah klaim ini bertentangan dengan data resmi pemerintah Iran?
J: Klaim-klaim yang diajukan oleh sejumlah sumber non resmi tersebut tidak sesuai dengan realitas di lapangan dan didasarkan pada sumber-sumber yang tidak transparan serta tidak dapat diverifikasi, sehingga tidak memiliki kredibilitas hukum. Angka-angka semacam ini umumnya disampaikan dalam kerangka pembentukan opini dan pembesaran isu dengan tujuan-tujuan politik tertentu.
Sikap Republik Islam Iran jelas: penindakan terhadap unsur-unsur perusuh dilakukan secara terarah, kasus per kasus, dan berdasarkan hukum. Dalam sejumlah kecil kasus penahanan, mayoritas individu telah dibebaskan setelah pemeriksaan awal, dan tidak pernah ada kebijakan penangkapan massal atau di luar koridor hukum.
Klaim-klaim tersebut lebih merupakan bagian dari perang hibrida dan operasi psikologis media yang bertujuan memberikan tekanan politik dan merusak citra Iran, daripada cerminan realitas yang sebenarnya.
T: Menteri Luar Negeri Iran telah membantah laporan mengenai pelaksanaan hukuman mati terhadap individu yang terkait dengan aksi protes. Dapatkah kembali ditegaskan secara eksplisit bahwa sejak dimulainya protes, tidak ada hukuman mati yang dilaksanakan atau pada prinsipnya tidak akan dilaksanakan?
J: Sikap Republik Islam Iran dalam hal ini sepenuhnya jelas. Sejak dimulainya protes-protes terakhir, tidak ada satu pun hukuman mati yang dijatuhkan atau dilaksanakan semata-mata karena partisipasi dalam aksi protes. Protes damai tidak dianggap sebagai tindak pidanadi Iran dan setiap proses peradilan semata-mata berkaitan dengan tindak kejahatan kekerasan yang spesifik, terpisah dari isu protes, serta dilakukan berdasarkan prosedur hukum dan bukti yuridis yang jelas. Klaim mengenai "eksekusi terhadap para demonstran" merupakan bagian dari perang media dan operasi psikologis, serta tidak memiliki dasar hukum maupun fakta di lapangan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5261712/original/045517300_1750682387-AP23139497851370.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539560/original/054897800_1774604737-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538752/original/033816000_1774579817-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538610/original/012778800_1774528924-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538517/original/073536100_1774521416-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538183/original/008397800_1774505040-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1723997/original/005107500_1506656488-Sekjen_PBB_Antonio_Guterres_berbicara_di_hadapan_DK_PBB.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427236/original/042414200_1764338646-FOD.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441248/original/084139500_1765462277-1000257193.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4878682/original/015534800_1719648934-260529_opini_Laksamana_Sukardi___.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430647/original/095128500_1764668680-WhatsApp_Image_2025-12-02_at_16.43.15_c2c5627c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5439128/original/057975800_1765350527-wihaji_stunting.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428213/original/080486000_1764485675-singkawang.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1448550/original/003955100_1482914623-20161228-Chappy-Hakim-IA1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400168/original/005067900_1762067797-000_1DL27K.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5435848/original/035309400_1765098846-ezzi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4760696/original/079555300_1709519479-20240304-Peringatan_10_Tahun_MH370-AFP_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5435812/original/001909700_1765096127-WhatsApp_Image_2025-12-07_at_15.26.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4673429/original/022471300_1701679886-GEMS5488-01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5471176/original/015231200_1768279469-20260113BL_Pengenalan_Pelatih_Baru_Timnas_Indonesia__John_Herdman_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5351360/original/077769500_1758030701-jdt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437222/original/007704600_1765245308-perempuan_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5437040/original/037934400_1765195165-Timnas_Indonesia_U-22_vs_Filipina_U-22-5.jpg)