Patricia Gouw Heboh Dituding Antivaksin, Suaminya Justru Dipuji Warganet

5 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Model dan presenter, Patricia Gouw, sempat diduga sebagai ibu yang menolak vaksin untuk anak semata wayangnya, Zoe Harper Bertoli alias Baby Zoe. Dugaan antivaksin ini mencuat setelah dia membagikan Instagram Stories untuk menjawab pertanyaan dari pengikutnya (followers) melalui Direct Message (DM).

"Malam ci Pat, maaf kalau boleh bertanya. Kalau Zoe apakah ikut vaksin? Karena aku bingung, jadi takut juga mau vaksin anak. Lagi heboh banget tentang bahaya vaksin anak," begitu bunyi pertanyaannya.

Menjawab hal tersebut, Patricia mengaku sebenarnya tidak ingin anaknya divaksin.

"Sejujurnya aku pribadi enggak mau Zoe terkontaminasi vaksin, tapi paksu (suami) percaya akan vaksin dan World Health Organization (WHO)," jelasnya pada Senin, 16 Maret 2026.

Namun, karena tidak memiliki argumen kuat untuk meyakinkan sang suami, Daniel Bertoli, Patricia akhirnya tidak bisa berbuat banyak.

"Aku bilang sama paksu, kalau terjadi apa-apa dengan Zoe itu tanggung jawab kamu. Dan aku sudah malas debat karena sudah sering," sambungnya.

Meski begitu, Patricia mengingatkan warganet untuk tidak langsung mengikuti pendapatnya. "Terlepas dari itu, terserah kamu ya. Riset sendiri," tulisnya menggunakan bahasa Inggris.

Unggahan tersebut langsung ramai diperbincangkan di media sosial seperti Twitter dan Threads. Banyak netizen terkejut. Namun, tidak sedikit yang justru membela Daniel karena dianggap 'waras' dengan tetap mendukung vaksinasi anak.

Peran Ayah dalam Imunisasi Anak

Menariknya, sikap Daniel yang tetap mendukung vaksinasi sejalan dengan anjuran UNICEF. UNICEF menekankan bahwa keterlibatan ayah dalam imunisasi dapat meningkatkan kepercayaan keluarga sekaligus melindungi anak dari penyakit berbahaya.

Berikut lima peran penting ayah dalam mendukung imunisasi anak:

1. Mencari informasi tentang vaksin

Tidak ada kata terlambat untuk mencari informasi akurat dari tenaga kesehatan. Orang tua bisa mengakses sumber tepercaya seperti Kementerian Kesehatan RI, WHO, dan UNICEF. Bahkan, edukasi imunisasi sebaiknya dimulai sejak masa kehamilan.

2. Memahami jadwal imunisasi

Jadwal imunisasi dapat dilihat di buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Orang tua disarankan membuat pengingat agar tidak terlewat. Jika terlambat, segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

3. Memberikan dukungan dan membangun kepercayaan

Peran ayah sangat penting dalam memberikan dukungan emosional kepada pasangan. Komunikasi yang baik dapat membantu mengurangi keraguan terkait imunisasi.

4. Hadir saat proses imunisasi

Kehadiran ayah dapat membantu menenangkan anak dan ibu. Selain itu, orang tua juga bisa langsung berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

5. Mengedukasi lingkungan sekitar

Ayah juga bisa berperan aktif dengan menyebarkan informasi yang benar tentang imunisasi kepada orang tua lain, sehingga lebih banyak anak terlindungi.

Read Entire Article