Liputan6.com, Jakarta - Sunscreen adalah salah satu produk skincare paling penting untuk melindungi kulit dari bahaya sinar matahari. Namun sayangnya, masih banyak orang yang melakukan kesalahan dalam memakai sunscreen tanpa disadari. Akibatnya, perlindungan kulit menjadi tidak maksimal meski sudah rutin digunakan.
Padahal, menurut buku Sunscreen and Photoprotection (2022), penggunaan sunscreen merupakan bagian penting dari photoprotection untuk mencegah kerusakan kulit akibat sinar UV. Jika digunakan dengan cara yang salah, risiko penuaan dini, sunburn, hingga kerusakan kulit tetap bisa terjadi. Berikut kesalahan-kesalahan dalam memakai sunscreen yang wajib kamu hindari, dirangkum Liputan6.com pada Minggu (3/5/2026).
Tidak Menggunakan Sunscreen Setiap Hari
Banyak orang hanya memakai sunscreen saat cuaca panas atau saat beraktivitas di luar ruangan. Padahal, sinar UV tetap bisa menembus awan bahkan kaca jendela. Artinya, kulit tetap terpapar meskipun kamu berada di dalam ruangan.
Kebiasaan ini membuat perlindungan kulit menjadi tidak konsisten. Dalam jangka panjang, paparan UV ringan yang terus-menerus tetap bisa menyebabkan penuaan dini. Oleh karena itu, sunscreen sebaiknya digunakan setiap hari tanpa terkecuali.
Menggunakan Sunscreen Hanya saat Cuaca Terik
Kesalahan ini masih sering terjadi karena banyak yang menganggap matahari tidak berbahaya saat mendung. Faktanya, radiasi UV tetap aktif meski sinar matahari tidak terasa menyengat. Bahkan, hingga 80 persen sinar UV masih bisa mencapai permukaan bumi.
Akibatnya, kulit tetap berisiko mengalami kerusakan meskipun cuaca terlihat aman. Inilah alasan pentingnya memakai sunscreen setiap keluar rumah. Jangan menunggu panas terik untuk mulai melindungi kulit.
Terlalu Sedikit Menggunakan Sunscreen
Menggunakan sunscreen dalam jumlah sedikit adalah kesalahan yang sangat umum. Banyak orang hanya mengoleskan tipis-tipis, sehingga perlindungan SPF tidak bekerja maksimal. Padahal, jumlah penggunaan sangat memengaruhi efektivitasnya.
Idealnya, gunakan sunscreen sekitar dua ruas jari untuk wajah. Jika kurang dari itu, perlindungan bisa turun drastis. Hal ini membuat kulit tetap rentan terhadap paparan sinar UV.
Tidak Reapply Sunscreen
Sunscreen tidak bertahan sepanjang hari, terutama jika kamu berkeringat atau terkena air. Namun, banyak orang lupa untuk mengaplikasikan ulang setelah beberapa jam. Ini membuat perlindungan kulit menurun secara signifikan.
American Academy of Dermatology menyarankan untuk reapply setiap 2 jam. Jika tidak dilakukan, sunscreen yang sudah luntur tidak lagi mampu melindungi kulit. Akibatnya, kulit tetap bisa terbakar matahari.
Tidak Menunggu Sunscreen Meresap
Mengoleskan sunscreen lalu langsung keluar rumah adalah kesalahan yang sering dilakukan. Padahal, sunscreen membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk bekerja optimal di kulit. Jika tidak menunggu, perlindungan belum terbentuk sempurna.
Akibatnya, kulit tetap terpapar sinar UV tanpa perlindungan maksimal. Hal ini sering terjadi pada orang yang terburu-buru. Memberi jeda waktu sebelum beraktivitas sangat penting untuk efektivitas sunscreen.
Tidak Membaca Label Produk
Banyak orang membeli sunscreen tanpa memahami kandungan dan cara pakainya. Padahal, label produk berisi informasi penting seperti SPF, jenis kulit, dan cara penggunaan. Mengabaikan hal ini bisa membuat produk tidak bekerja optimal.
Misalnya, kulit berminyak sebaiknya menggunakan sunscreen berbasis gel. Sedangkan kulit kering lebih cocok dengan krim atau lotion. Pemilihan yang tidak tepat bisa membuat penggunaan menjadi tidak efektif.
Tidak Meratakan ke Seluruh Area Kulit
Kesalahan lainnya adalah hanya mengoleskan sunscreen pada bagian wajah saja. Padahal, area seperti leher, telinga, dan tangan juga sering terpapar sinar matahari. Bagian-bagian ini justru sering terlupakan.
Akibatnya, perlindungan menjadi tidak merata. Area yang terlewat tetap berisiko mengalami kerusakan kulit. Oleh karena itu, pastikan sunscreen diaplikasikan ke seluruh bagian yang terpapar.
Mengandalkan Makeup yang Mengandung SPF
Banyak orang merasa cukup dengan menggunakan makeup yang sudah mengandung SPF. Padahal, kandungan SPF dalam makeup biasanya tidak cukup untuk perlindungan maksimal. Pengaplikasiannya pun sering terlalu tipis.
Penelitian menunjukkan bahwa makeup hanya memberikan sebagian kecil dari perlindungan SPF yang tertera. Karena itu, sunscreen tetap wajib digunakan sebagai lapisan utama. Makeup hanya berfungsi sebagai pelengkap.
Mencampur Sunscreen dengan Skincare atau Makeup
Mencampur sunscreen dengan produk lain bisa merusak formula aslinya. Kandungan dalam sunscreen bisa terpecah dan tidak bekerja sebagaimana mestinya. Ini membuat perlindungan terhadap sinar UV menjadi berkurang.
Sebaiknya, sunscreen digunakan secara terpisah sebagai langkah terakhir skincare. Setelah itu, baru dilanjutkan dengan makeup. Cara ini memastikan sunscreen tetap efektif.
Menggunakan Sunscreen Kedaluwarsa
Sunscreen memiliki masa simpan yang terbatas, biasanya sekitar 3 tahun. Namun, banyak orang tetap menggunakannya meski sudah kedaluwarsa. Padahal, kandungan aktifnya bisa menurun atau berubah.
Akibatnya, sunscreen tidak lagi mampu melindungi kulit. Bahkan, bisa berisiko menyebabkan iritasi. Selalu cek tanggal kedaluwarsa sebelum digunakan.
Terlalu Lama Berada di Bawah Matahari
Menggunakan sunscreen bukan berarti kamu bebas berlama-lama di bawah sinar matahari. Banyak orang salah kaprah dan merasa aman sepenuhnya setelah memakai sunscreen. Padahal, perlindungan tetap memiliki batas.
Paparan sinar matahari yang terlalu lama tetap bisa merusak kulit. Sunscreen hanya membantu mengurangi risiko, bukan menghilangkannya. Oleh karena itu, tetap batasi waktu di bawah sinar matahari langsung.
Tidak Memilih Sunscreen Sesuai Jenis Kulit
Setiap jenis kulit membutuhkan sunscreen yang berbeda. Menggunakan produk yang tidak sesuai bisa menyebabkan ketidaknyamanan atau bahkan masalah kulit. Misalnya, kulit berminyak bisa semakin berminyak jika salah pilih produk.
Selain itu, produk yang tidak cocok membuat seseorang malas menggunakannya secara rutin. Padahal konsistensi adalah kunci perlindungan kulit. Pilih sunscreen yang sesuai agar nyaman digunakan setiap hari.
Menganggap Sunscreen Bisa Menggantikan Perlindungan Lain
Banyak orang mengandalkan sunscreen saja tanpa perlindungan tambahan. Padahal, perlindungan terbaik adalah kombinasi sunscreen dengan pakaian pelindung. Misalnya topi, kacamata, dan baju tertutup.
Sunscreen bukan satu-satunya solusi melawan sinar UV. Menggabungkannya dengan perlindungan lain akan memberikan hasil yang lebih maksimal. Ini penting terutama saat beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.
Pertanyaan Seputar Penggunaan Sunscreen
1. Apakah sunscreen harus dipakai setiap hari?
Ya, karena sinar UV tetap ada meskipun cuaca mendung atau di dalam ruangan.
2. Berapa kali harus reapply sunscreen?
Disarankan setiap 2 jam, terutama jika berkeringat atau terkena air.
3. Apakah makeup dengan SPF sudah cukup?
Tidak, karena perlindungannya tidak maksimal dan hanya sebagai pelengkap.
4. Kapan waktu terbaik memakai sunscreen?
Sekitar 15–20 menit sebelum keluar rumah agar meresap sempurna.
5. Apakah sunscreen bisa mencegah penuaan dini?
Ya, penggunaan rutin dapat membantu melindungi kulit dari efek buruk sinar UV.

1 hour ago
1
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3432220/original/050867700_1618724332-hush-naidoo-yo01Z-9HQAw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5147921/original/024531200_1740974099-arti-kartu-tarot-death.jpg)
![[Kolom Pakar] Dokter Ray Wagiu Basrowi: Peran Ganda Ibu Pekerja di Indonesia](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/4PDT82S2e8pRy0jVWbBaEYUDJaA=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508439/original/026909700_1771575367-dokter_dan_peneliti_kedokteran_komunitas__Dr._dr._Ray_Wagiu_Basrowi__MKK__FRSPH_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5224553/original/050243100_1747634982-obesitas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5205542/original/053995400_1746088988-20250501-Hari_Buruh-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570683/original/093636100_1777536652-WhatsApp_Image_2026-04-30_at_3.10.00_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569749/original/073904200_1777452511-daycare.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4653955/original/031691100_1700314558-natali-hordiiuk-n9m6cjO1tlw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4907119/original/059444900_1722510982-Ilustrasi_day_care__daycare__penitipan_anak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5183142/original/032283200_1744166341-full-shot-depressed-woman-with-pillow_23-2149071860.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5568615/original/085776300_1777364793-bpom_kemendukbangga.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568170/original/054622600_1777350836-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4942214/original/074291100_1726053484-Depositphotos_377040226_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568271/original/072983000_1777353652-Wakil_Menteri_Kesehatan__Dante.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5568317/original/090698400_1777354549-wihaji__3_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493580/original/057777400_1770259688-national-cancer-institute-L7en7Lb-Ovc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5300261/original/019488200_1753864827-d4084c9d-e0a0-417a-8906-35256861d11b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566307/original/067156600_1777173319-Daycare_Anak.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5063147/original/001626800_1734947866-1734943149980_fungsi-hormon-insulin.jpg)










:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5471176/original/015231200_1768279469-20260113BL_Pengenalan_Pelatih_Baru_Timnas_Indonesia__John_Herdman_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477859/original/053823700_1768883478-disabilitas_kab_probolinggo.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473955/original/050209800_1768462709-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493594/original/084966300_1770260452-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482139/original/022541100_1769162196-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465690/original/016658800_1767773884-WhatsApp_Image_2026-01-07_at_14.34.59.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5471330/original/010256700_1768283654-John_Herdman_-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488195/original/057422900_1769740878-Kelelawar_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485548/original/063674100_1769511840-closeup-shot-sleeping-bat-wrapped-its-wings.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468640/original/049006500_1767964837-pus2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5278625/original/058751700_1752116095-20250707_135157.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467658/original/034131000_1767926421-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367828/original/050200100_1759315919-WhatsApp_Image_2025-10-01_at_15.17.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473439/original/088752300_1768444172-elisa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1569062/original/001858200_1492418690-20170417--Transjakarta-Luncurkan-Bus-untuk-Warga-Kebutuhan-Khusus-Disabilitas-TJ-Care--Jakarta-04.jpg)