6 Hal yang Wajib Orangtua Perhatikan Saat Memilih Daycare yang Aman untuk Fisik dan Emosi Anak

3 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orangtua yang ikut remuk hatinya usai mendengar berita dugaan kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha, Umbulharjo, Yogyakarta. Belum selesai kasus di Jogja, di media sosial kembali mencuat dugaan kekerasan di sebuah daycare yang ada Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

Perasaan was-was dan waspada pun muncul pada ibu dan ayah yang menitipkan anak di daycare. Takut-takut kekerasan terjadi pada buah hati yang dititipkan di daycare.

Salah satunya Desi (36) ibu bekerja yang tinggal di Tangerang Selatan ini pun kembali mengecek apakah daycare tempat ia menitipkan buah hatinya yang kini berusia 5 sudah memberikan keamanan dan kenyamanan untuk si Kecil.

"Sudah dua tahun anak dititipkan di daycare, sejauh ini tidak ada masalah memang. Tapi kejadian tersebut bikin saya kembali cek dengan tanya ke anak. Saya tanya, 'Dek miss di daycare baik-baik atau galak? Miss yang paling baik siapa? Kalau dedek enggak mau makan dimarahin enggak?'," tutur Desi.

Terkait memilih daycare, Health Liputan6.com berbincang dengan psikolog klinis Jovita Maria Ferliana. Ia mengungkapkan sebelum orangtua memilih daycare perlu waktu agar bisa memilih tempat penitipan yang terbaik untuk anak.

1. Keamanan Fisik dan Emosional Anak

Jovita mengungkapkan saat memilih daycare jangan hanya melihat fasilitas yang bagus. Namun, yang utama dan pertama adalah daycare yang mampu memberikan kemananan secara fisik dan emosional untuk anak.

"Di sini orangtua perlu melihat apakah pengasuh yang ada di daycare itu responsif atau enggak, sabar atau enggak, menghormati anak atau enggak," kata Jovita pada Selasa, 28 April 2026.

Untuk bisa mengecek itu hal yang bisa dilakukan yakni dengan menanyakan rasio pengasuh dengan anak. Untuk pengasuh bagi anak di bawah dua tahun idealnya satu banding satu. "Satu pengasuh mengasuh satu bayi," tutur Jovita.

Sementara, untuk anak di atas dua tahun, rasionya 1 banding 4-5 artinya satu pengasuh memantau 4 sampai 5 anak.

2. Cek Latar Belakang dan Pelatihan Pengasuh

Penting untuk mengetahui latar belakang dan pelatihan yang sudah dijalani pengasuh terutama dalam pengasuhan anak dan penanganan emosi.

"Jadi, orangtua perlu menanyakan ke caregiver, background apa, pelatihan yang sudah didapat apa, pengalaman bekerja berapa tahun," saran psikolog di Little Shine Psychological Services, Jakarta Barat ini.

Orangtua harus meminta kepada daycare agar bisa mengobrol dengan pengasuh anak untuk berkenalan. "Kita lihat, ajak ngobrol sebentar. Sebagai ibu nanti akan bisa merasakan pengasuh ini responsif atau tidak," katanya.

3. Sistem Pengawasan CCTV

Daycare yang baik pasti ada akses CCTV yang diberikan ke orangtua. CCTV di daycare, kata Jovita, harusnya trnasparan dan dapat dipertanggungjawakan.

Pastikan orangtua menanyakan hal ini ke daycare tersebut.

4. Cara Daycare Berkomunikasi dengan Orangtua

Daycare yang baik adalah yang terbuka terhadap pertanyaan dan laporan harian. Bila pengasuh di daycare mengatakan tidak tahu atau tidak tahu detail karena sibuk atau banyak urusan itu berarti tidak terbuka.

"Jika tidak terbuka, sebaiknya jangan," tuturnya.

5. Respons Saat Anak Tantrum dan Sulit Makan

Orang tua juga perlu memperhatikan bagaimana respons pengasuh terhadap perilaku anak, seperti saat menangis, tantrum, atau sulit makan. Apakah penanganannya dilakukan dengan empati atau justru dengan tekanan?

"Daycare yang baik bukan hanya menjaga anak tapi juga mendukung tumbuh kembang psikologis anak," tegas Jovita.

Untuk mengetahuinya, orangtua bisa melakukan observasi langsung ke daycare. Misalnya, dengan meminta izin untuk melihat bagaimana suasana saat anak-anak makan. Dari situ, orang tua bisa menilai bagaimana pengasuh berinteraksi dengan anak.

Selain observasi, orangtua juga bisa mengajukan pertanyaan sederhana kepada pengasuh. Misalnya, bagaimana cara mereka menangani anak yang tiba-tiba tantrum, menangis setelah bangun tidur, atau tidak mau makan seharian. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini bisa memberi gambaran tentang pendekatan pengasuhan yang diterapkan.

6. Bertanya kepada Orangtua yang Sudah Titipkan Anak ke Daycare

Jovita menyarankan untuk melakukan hal ini sebelum memilih daycare. Caranya dengan datang ke daycare tersebut sebelum jam masuk atau pulang karena anak diantar oleh orangtua.

"Tanyakan pertanyaan singkat seperti anaknya sudah daycare disini berapa lama? Terus menurut momsgimana nih anaknya dititipkan di daycare sini oke apa enggak?," contohnya.

Read Entire Article