Mudik Lebaran Bisa Bikin Anak Diare, Ini Penjelasan Dokter dan Cara Mencegahnya

7 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Mudik Lebaran selalu identik dengan momen kebersamaan dan kebahagiaan bersama keluarga di kampung halaman. Namun, di balik perjalanan panjang yang dinanti-nanti, ada risiko kesehatan yang kerap luput dari perhatian orang tua, yakni gangguan pencernaan pada anak, terutama diare.

Faktanya, diare perjalanan menjadi salah satu keluhan kesehatan paling sering terjadi saat bepergian jarak jauh.

Penelitian global yang dipublikasikan dalam The Pediatric Infectious Disease Journal sejak era 1990-an menunjukkan bahwa sekitar 40 persen balita yang melakukan perjalanan berisiko mengalami diare.

Risiko ini bahkan lebih tinggi pada anak usia di bawah dua tahun, dengan gejala yang cenderung lebih berat.

Dokter dan praktisi kedokteran komunitas, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, mengungkapkan, banyak orang tua sering salah fokus saat mudik.

"Banyak orang tua khawatir anak demam saat mudik. Padahal, yang paling sering justru gangguan pencernaan, dan ini bisa langsung mengganggu seluruh agenda liburan," kata Ray kepada Health Liputan6.com melalui aplikasi pesan singkat, Rabu, 18 Maret 2026.

Mengapa Anak Rentan Diare Saat Mudik?

Menurut Ray, ada beberapa faktor utama yang membuat anak lebih rentan mengalami gangguan pencernaan selama perjalanan mudik.

Pertama, perubahan mikrobiota usus. Pergantian makanan dan lingkungan dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di dalam usus anak.

Kedua, paparan patogen baru. Saat berpindah tempat, anak terpapar mikroorganisme yang belum dikenali oleh sistem imun tubuhnya.

Ketiga, perubahan ritme makan. Perjalanan panjang sering membuat jadwal makan anak menjadi tidak teratur. Anak cenderung lebih banyak mengonsumsi camilan dan kurang minum.

Keempat, stres fisiologis selama perjalanan. Kelelahan akibat perjalanan jauh dapat memengaruhi fungsi pencernaan secara signifikan.

Tak hanya menyebabkan diare, gangguan pencernaan juga bisa memicu muntah, sakit perut, hingga penurunan energi.

Anak pun menjadi lebih rewel, sehingga momen liburan yang seharusnya menyenangkan bisa berubah menjadi penuh kekhawatiran.

Read Entire Article