Liputan6.com, Canberra - Gelombang panas yang memecahkan rekor sedang melanda Australia tenggara dan diperkirakan akan mencapai puncaknya dalam beberapa hari mendatang.
Dilaporkan suhu mendekati 50 derajat Celcius di beberapa wilayah dan bahaya kebakaran ekstrem meningkat signifikan, dikutip dari laman ABC.Net.Au, Senin (26/1/2026).
Gelombang panas ini diperkirakan akan bertahan selama tujuh hingga delapan hari berturut-turut di atas 40 derajat Celcius di sebagian besar pedalaman, menjadikannya periode terpanjang sejak 1930-an di beberapa bagian New South Wales.
Melbourne diperkirakan mencatat suhu maksimum tertinggi dalam 17 tahun pada Selasa, setelah rekor 49,5 derajat Celcius tercapai di Ceduna, Australia Selatan, pada Senin (26/1).
Sejumlah catatan suhu bersejarah tercatat pada hari Senin: 49,5 derajat Celcius di Ceduna, 48,6 derajat Celcius di Wudinna, 47,3 derajat Celcius di Trangie, dan 46,1 derajat Celcius di Dubbo, menyamai hari terpanas yang pernah tercatat di wilayah tersebut.
Prediksi suhu Selasa (27/1) menunjukkan kemungkinan rekor baru di Victoria dengan 49 derajat Celcius di Mildura dan 45 derajat Celcius di Melbourne, hari terpanas sejak 2009.
Sistem tekanan tinggi yang stasioner di lapisan atmosfer menyebabkan udara panas tertekan ke permukaan, memicu pemanasan cepat hingga 10 derajat Celcius per kilometer dan menciptakan kubah panas yang melanda wilayah tenggara. Kondisi ini diperparah oleh posisi tekanan tinggi yang lebih jauh ke selatan dan bergerak lambat, memungkinkan gelombang panas mengintensif selama beberapa hari.
Risiko Kebakaran Bisa Terjadi
Bahaya kebakaran akan memuncak pada Selasa (27/1), ketika angin barat laut berkecepatan hingga 70 km/jam bertiup di SA dan Victoria barat. Kombinasi suhu tinggi, kelembapan di bawah 10%, dan petir kering meningkatkan risiko kebakaran menjadi ekstrem di 14 distrik. Angin barat daya yang diperkirakan tiba pada Selasa sore dan malam akan memicu perubahan arah api di beberapa wilayah pesisir.
Gelombang panas berkepanjangan ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga akhir pekan, dengan sebagian besar wilayah pedalaman SA, Victoria utara, dan NSW barat mengalami suhu 40 derajat Celcius atau lebih tinggi. Kota-kota seperti Wagga Wagga dan Albury berada dalam jalur gelombang panas tujuh hari berturut-turut di atas 40 derajat Celcius untuk pertama kalinya sejak 1939.
Sementara sebagian wilayah pesisir mengalami gelombang panas lebih singkat, suhu yang melonjak dan risiko kebakaran yang meningkat membuat peringatan darurat dikeluarkan oleh otoritas setempat. Pejabat cuaca menekankan perlunya kewaspadaan tinggi, terutama bagi komunitas di pedalaman yang menghadapi suhu ekstrem dan potensi kebakaran hutan.
Gelombang panas yang berlangsung lama ini menjadi pengingat baru akan dampak perubahan iklim di Australia, memperparah risiko kebakaran dan tekanan terhadap sistem kelistrikan, pasokan air, serta keselamatan publik di seluruh tenggara negara itu.
Lanjut Baca:
Cerita Petani Palestina Bertahan Hidup di Tengah Pembatasan Israel

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5261712/original/045517300_1750682387-AP23139497851370.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539560/original/054897800_1774604737-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538752/original/033816000_1774579817-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538610/original/012778800_1774528924-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538517/original/073536100_1774521416-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538183/original/008397800_1774505040-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1723997/original/005107500_1506656488-Sekjen_PBB_Antonio_Guterres_berbicara_di_hadapan_DK_PBB.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427236/original/042414200_1764338646-FOD.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441248/original/084139500_1765462277-1000257193.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4878682/original/015534800_1719648934-260529_opini_Laksamana_Sukardi___.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430647/original/095128500_1764668680-WhatsApp_Image_2025-12-02_at_16.43.15_c2c5627c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5439128/original/057975800_1765350527-wihaji_stunting.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428213/original/080486000_1764485675-singkawang.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1448550/original/003955100_1482914623-20161228-Chappy-Hakim-IA1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400168/original/005067900_1762067797-000_1DL27K.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5435848/original/035309400_1765098846-ezzi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4760696/original/079555300_1709519479-20240304-Peringatan_10_Tahun_MH370-AFP_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5435812/original/001909700_1765096127-WhatsApp_Image_2025-12-07_at_15.26.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4673429/original/022471300_1701679886-GEMS5488-01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5471176/original/015231200_1768279469-20260113BL_Pengenalan_Pelatih_Baru_Timnas_Indonesia__John_Herdman_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5351360/original/077769500_1758030701-jdt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437222/original/007704600_1765245308-perempuan_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5437040/original/037934400_1765195165-Timnas_Indonesia_U-22_vs_Filipina_U-22-5.jpg)