Asam Urat Picu Kanker Ginjal? Dokter: Tidak Ada Bukti Kuat

3 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Penyakit asam urat dapat memiliki kaitan dengan kesehatan ginjal. Namun, dokter spesialis onkologi medis, Tanujaa D/O Rajasekaran mengatakan bahwa asam urat bukan penyebab langsung kanker ginjal.

“Tidak ada bukti kuat bahwa asam urat secara langsung menyebabkan kanker ginjal. Namun, kadar asam urat yang tinggi dapat berkontribusi pada batu ginjal atau penyakit ginjal,” kata Tanujaa kepada Health Liputan6.com lewat pesan tertulis, Selasa (17/3/2026).

Dia menambahkan, penyakit ginjal kronis dapat meningkatkan risiko kanker ginjal.

“Jadi asam urat tidak dianggap sebagai penyebab langsung, tetapi kesehatan ginjal yang buruk dapat meningkatkan risiko,” jelas dokter yang praktik di Mount Elizabeth Novena Hospital, Singapura.

Selain penyakit ginjal kronis, ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang dapat meningkatkan risiko kanker ginjal, yakni:

  • Merokok
  • Obesitas jangka panjang
  • Kontrol tekanan darah yang buruk
  • Penggunaan berlebihan beberapa obat pereda nyeri tertentu
  • Paparan kronis terhadap bahan kimia beracun
  • Hidrasi yang buruk dan diet yang tidak sehat.

“Banyak dari kebiasaan ini berkontribusi pada hipertensi atau kerusakan ginjal, yang dapat meningkatkan risiko kanker,” papar Tanujaa.

Kanker Ginjal Bisa Terjadi pada Orang yang Jalankan Gaya Hidup Sehat

Kanker ginjal adalah penyakit yang bisa terjadi pada siapapun termasuk orang-orang yang menerapkan gaya hidup sehat.

“Ya, kanker ginjal dapat terjadi bahkan pada orang yang menjalani gaya hidup sangat sehat. Ini karena kanker sering kali disebabkan oleh mutasi DNA acak dalam sel, yang bisa terjadi tanpa penyebab yang jelas,” kata Tanujaa.

“Namun, faktor gaya hidup dan lingkungan tetap dapat meningkatkan risiko. Jadi, gaya hidup sehat mengurangi risiko tetapi tidak bisa menghilangkannya sepenuhnya,” tambahnya.

Sedangkan, beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya kanker ginjal dapat meliputi faktor genetik dan gaya hidup.

Faktor gaya hidup mencakup:

  • Merokok (dapat menggandakan risiko)
  • Obesitas
  • Tekanan darah tinggi
  • Paparan bahan kimia (kadmium, asbes, pelarut)

Faktor kondisi medis meliputi:

  • Penyakit ginjal kronis
  • Dialisis jangka panjang.

Faktor genetik termasuk beberapa sindrom bawaan juga meningkatkan risiko kanker ginjal, seperti:

  • Sindrom von Hippel-Lindau
  • Sindrom Birt-Hogg-Dubé
  • Karsinoma renal papiler herediter.

Apa Kanker Ginjal Bisa Disembuhkan?

Terkait perkembangan kanker ginjal dari tahap awal hingga akhir, Tanujaa menyampaikan bahwa tidak ada garis waktu yang pasti. 

Perkembangan kanker ginjal tergantung pada: 

  • Subtipe tumor 
  • Derajat tumor 
  • Mutasi genetik 
  • Kesehatan pasien 

Beberapa tumor ginjal tumbuh perlahan selama bertahun-tahun, sementara tipe agresif mungkin berkembang lebih cepat. Banyak tumor ginjal kecil ditemukan secara kebetulan dan mungkin telah ada selama bertahun-tahun.

Kanker ginjal paling dapat disembuhkan pada tahap awal.

Perkiraan umum:

  • Tahap I–II: Seringkali dapat disembuhkan dengan operasi
  • Tahap III: Masih berpotensi disembuhkan pada beberapa pasien
  • Tahap IV: Biasanya tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat diobati dan dikendalikan

Untuk kanker ginjal yang terlokalisasi, tingkat kelangsungan hidup 5 tahun sekitar 90–93 persen.

Penanganan Kanker Ginjal

Dalam memeriksa kanker ginjal, teknologi diagnostik Positron Emission Tomography/Computed Tomography (PET/CT) biasanya bukan tes pertama untuk mendeteksi kanker ginjal. Alat diagnostik yang biasa digunakan meliputi:

  • Ultrasound
  • CT scan
  • MRI.

“PET/CT terkadang dapat digunakan untuk mendeteksi metastasis atau menilai penyebaran, tetapi CT atau MRI biasanya lebih baik untuk mengidentifikasi tumor ginjal itu sendiri,” kata Tanujaa.

Sedangkan, penanganan kanker ginjal tergantung pada stadium dan jenisnya. Pilihan yang paling canggih meliputi:

Operasi

  • Nefrektomi parsial (mengangkat hanya tumor)
  • Nefrektomi radikal (mengangkat ginjal)

Terapi target

  • Obat-obatan yang menghambat jalur pertumbuhan tumor

Imunoterapi

  • Contohnya termasuk inhibitor checkpoint imun seperti pembrolizumab yang membantu sistem kekebalan menyerang kanker.

Bedah minimal invasif atau bedah robotik

  • Prosedur berbantu robot memungkinkan pemulihan lebih cepat dan bekas luka lebih kecil.
Read Entire Article