Trump Umumkan Perpanjangan Gencatan Senjata dengan Iran, tapi Blokade Laut Tetap Berlaku

10 hours ago 3

Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa ia memperpanjang gencatan senjata dengan Iran untuk memberikan lebih banyak waktu bagi negosiasi, namun tetap mempertahankan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan negara tersebut.

"Berdasarkan fakta bahwa Pemerintah Iran sangat terpecah, sebagaimana diduga, dan atas permintaan Marsekal Lapangan Asim Munir serta Perdana Menteri Shehbaz Sharif dari Pakistan, kami diminta untuk menahan serangan terhadap Iran hingga para pemimpin dan perwakilan mereka dapat menyusun proposal terpadu. Oleh karena itu, saya telah memerintahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu, serta akan memperpanjang gencatan senjata hingga proposal mereka diajukan dan pembahasan diselesaikan, dengan satu cara atau lainnya," tulis Trump di platform Truth Social miliknya pada Selasa (21/4/2026).

Perpanjangan gencatan senjata oleh Trump dilakukan hanya beberapa jam sebelum kesepakatan tersebut akan berakhir. Tidak ada batas waktu tetap yang diumumkan. 

Sementara itu, Gedung Putih menyatakan Wakil Presiden JD Vance tidak jadi berangkat ke Pakistan. Kunjungan tersebut sebelumnya direncanakan untuk putaran kedua pembicaraan damai. 

Pakistan Berterima Kasih pada Trump

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan terima kasih kepada Trump karena telah menerima permintaan pihaknya untuk memperpanjang gencatan senjata atas perang Iran.

"Atas nama pribadi saya dan atas nama Marsekal Lapangan Syed Asim Munir, saya dengan tulus berterima kasih kepada Presiden Trump karena dengan penuh kemurahan hati menerima permintaan kami untuk memperpanjang gencatan senjata guna memberikan kesempatan bagi upaya diplomatik yang sedang berlangsung," ujar Sharif di platform X pada hari Selasa.

Sharif mengatakan Pakistan akan terus melanjutkan upaya sungguh-sungguh untuk mencapai penyelesaian konflik melalui jalur perundingan.

"Saya sangat berharap kedua pihak akan terus mematuhi gencatan senjata dan dapat menyelesaikan 'Kesepakatan Perdamaian' yang komprehensif dalam putaran kedua pembicaraan yang dijadwalkan di Islamabad demi mengakhiri konflik secara permanen," tambahnya.   

Iran Siaga Penuh

Iran hingga berita ini diturunkan belum merespons pernyataan Trump. Namun, sebelum Trump mengumumkan gencatan senjata sepihak, juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani dalam wawancara dengan kantor berita milik negara, IRNA, menegaskan pihaknya tidak menginginkan serangan kembali, tetapi akan merespons lebih kuat dari sebelumnya jika kembali menjadi target.

"Kami tidak ingin menghadapi serangan kembali. Namun, jika hal itu terjadi, kami tentu akan merespons lebih kuat dari sebelumnya," ujarnya.

Mohajerani mengatakan Iran saat ini menjalankan strategi diplomasi dan pertahanan secara bersamaan. Ia menegaskan, kedua pendekatan tersebut bertujuan untuk menjaga kedaulatan dan martabat nasional.

Ia menambahkan, pasukan pertahanan Iran berada dalam kesiagaan penuh. Menurutnya, pendekatan negaranya adalah "bernegosiasi sambil tetap siap", mencerminkan kesiapan di jalur diplomatik sekaligus militer.

Read Entire Article