Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah kota di berbagai belahan dunia menerapkan kebijakan pembatasan hingga pelarangan kendaraan bermotor demi menciptakan lingkungan yang lebih tenang dan ramah lingkungan.
Dari kawasan kepulauan di Yunani hingga desa-desa di kawasan Pegunungan Alpen Swiss, sejumlah wilayah ini memiliki kesamaan, yakni tidak mengizinkan mobil beroperasi di area permukiman.
Selama lebih dari satu abad, kendaraan bermotor menjadi bagian utama kehidupan kota modern. Namun, meningkatnya polusi udara dan kepadatan lalu lintas mendorong sejumlah daerah untuk mengambil langkah berbeda dengan membatasi penggunaan kendaraan.
Kebijakan tersebut umumnya didorong oleh faktor geografis maupun komitmen pemerintah setempat dalam menjaga kualitas lingkungan dan kenyamanan hidup warga. Beberapa wilayah bahkan sepenuhnya mengandalkan transportasi alternatif seperti berjalan kaki, sepeda, atau kendaraan listrik terbatas.
Langkah ini dinilai mampu menghadirkan suasana yang lebih tenang, mengurangi polusi, serta meningkatkan kualitas udara. Selain itu, kawasan tanpa mobil juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mencari pengalaman berbeda dengan suasana yang lebih alami dan minim kebisingan.
Dikutip dari laman Mentalfloss, Selasa (21/4/2026) berikut ini 6 kota yang terkenal sepi tanpa ada mobil:
1. Pulau Mackinac, Michigan
Mengunjungi Pulau Mackinac terasa seperti melintasi lorong waktu ke masa silam. Di sini, kebisingan mesin digantikan oleh irama derap kaki kuda dan putaran roda sepeda.
Larangan kendaraan bermotor sudah berlaku sejak tahun 1898, berawal dari desakan para pengemudi kereta kuda yang menganggap mobil sebagai benda berbahaya. Kini, aturan tersebut justru menjadi magnet pariwisata yang ikonik. Menariknya, Mackinac memiliki satu-satunya jalan raya negara bagian di Amerika Serikat yang steril dari mobil, kecuali untuk situasi darurat tertentu.
2. Pulau Monhegan, Maine
Tersembunyi di tengah Samudra Atlantik dan dikelilingi tebing karang yang dramatis, Pulau Monhegan menawarkan pelarian murni ke alam liar Maine.
Selama lebih dari 1,5 abad, pulau ini menjadi rumah bagi koloni seniman dan penulis yang mencari inspirasi di balik rimbunnya hutan pinus serta hamparan bunga liar. Tanpa adanya mobil, kecuali truk logistik dan ambulans, pulau mungil selebar satu mil ini menjadi tempat yang sempurna untuk berjalan kaki sambil menikmati keasrian alam yang belum tersentuh modernisasi.
3. Hydra, Yunani
Hydra bukan sekadar pulau biasa di Yunani, melainkan destinasi yang sarat akan nilai sejarah. Sempat berjaya sebagai pusat pembuatan kapal pada abad ke-18 dan 19, daya tarik pulau ini semakin mendunia pada abad ke-20 setelah menjadi lokasi syuting film Boy on a Dolphin yang dibintangi Sophia Loren.
Memasuki era 1960-an, Hydra menjelma menjadi suaka bagi kaum bohemian; bahkan musisi legendaris Leonard Cohen sempat menetap dan menciptakan karya ikonik seperti “Bird on a Wire” di sini.
Berjarak dua jam perjalanan feri dari Athena, Hydra menawarkan ketenangan yang langka karena bebas dari kendaraan bermotor, bahkan sepeda sekalipun. Keledai menjadi transportasi utama untuk mengangkut barang, menciptakan suasana klasik yang seolah tak lekang oleh waktu. Di sini, hiruk-pikuk klakson mobil digantikan oleh kedamaian menyesap kopi di pinggir pantai.
4. Pulau Daufuskie, Carolina Selatan
Meskipun hanya berjarak 30 menit perjalanan laut dari Hilton Head, Pulau Daufuskie menyuguhkan atmosfer yang sangat berbeda. Pulau ini memiliki jejak sejarah panjang, mulai dari pemukiman penduduk asli Amerika hingga kolonialisasi Spanyol pada abad ke-16 yang membawa era perkebunan dan perbudakan.
Pasca Perang Sipil, pulau ini menjadi tempat bernaung bagi komunitas Gullah, masyarakat Afrika-Amerika yang mempertahankan perpaduan unik budaya dan bahasa leluhur mereka.
Hingga kini, Daufuskie tetap menjadi "oase" yang tenang bagi para pencari kedamaian. Tanpa akses jembatan menuju daratan utama, pulau ini hampir sepenuhnya bebas mobil; penduduk dan wisatawan lebih memilih menggunakan kereta golf atau sepeda.
5. Giethoorn, Belanda
Sering dijuluki sebagai "Venesia dari Belanda," Giethoorn memukau pengunjung dengan jaringan kanal sepanjang empat mil yang mengelilingi pusat kotanya. Terletak sekitar 90 menit dari Amsterdam, desa ini tampak seperti muncul dari buku dongeng.
Karena kepopulerannya yang terus meningkat, Giethoorn kini menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara. Untuk menikmati ketenangan yang maksimal, disarankan untuk datang pagi-pagi sekali atau berkunjung pada musim peralihan seperti bulan April hingga Juni dan September, guna menghindari keramaian puncak turis.
6. Zermatt, Swiss
Tersembunyi di pelukan Pegunungan Alpen yang bersalju, Zermatt tampil bak desa yang muncul dari lembaran dunia fantasi. Keindahannya begitu memukau hingga para penggemar serial novel karya Sarah J. Maas sering menyebut Zermatt sebagai perwujudan nyata dari Velaris, kota fiksi ikonik dalam seri A Court of Thorns and Roses.
Desa pegunungan yang menawan ini menawarkan pengalaman wisata yang lengkap, mulai dari perjalanan kereta api melintasi lanskap musim dingin yang magis, hingga jalur pendakian yang menyuguhkan kemegahan Gunung Matterhorn yang menjulang tinggi. Namun, ada satu hal unik yang membedakannya dari destinasi lain: Anda hampir tidak akan menemukan mobil di sini.
Demi menjaga kejernihan udara dan panorama pegunungan tetap kristal, kendaraan pribadi dilarang beroperasi di Zermatt. Sebagai gantinya, penduduk dan pelancong mengandalkan kereta api, bus listrik, atau taksi listrik ramah lingkungan. Kebijakan

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4799998/original/095393100_1712843230-gaylord-nelson-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562315/original/043155600_1776825837-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488493/original/037865300_1769753942-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4642291/original/065514000_1699531385-Petani_di_India_Panen_Bunga_Marigold_Jelang_Diwali-AP__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561956/original/019995700_1776768220-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2377599/original/064800200_1538990517-977592_1_0426_abandoned_Chernobyl_standard.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560766/original/050726300_1776682615-1.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453378/original/090115300_1766476856-disab_cirebon.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5471176/original/015231200_1768279469-20260113BL_Pengenalan_Pelatih_Baru_Timnas_Indonesia__John_Herdman_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477859/original/053823700_1768883478-disabilitas_kab_probolinggo.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455127/original/080720800_1766634287-natal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5368253/original/080065000_1759368915-persib-bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457498/original/029853000_1767002852-WhatsApp_Image_2025-12-29_at_15.31.11_3f186a85.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473955/original/050209800_1768462709-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1216325/original/021439400_1461734180-dokter.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5312155/original/068813000_1754906267-1000195601.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5425992/original/049039500_1764245301-20251126AA_PMPC_Persija_Vs_PSIM-27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432107/original/022771100_1764756771-Flu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452727/original/035236000_1766455041-peparkot_serang.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5461255/original/043750800_1767354469-20260102AA_PMPC_Persija_Jakarta_Jelang_Lawan_Persijap_Jepara-12.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455631/original/056411400_1766721548-aceh_ispa.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493594/original/084966300_1770260452-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5440982/original/029784500_1765449160-Bonnie_Blue.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482139/original/022541100_1769162196-1.jpg)