Rapor Lini Tengah Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Rotasi Sukses, Bakal Makin Sempurna dengan Thom Haye dan Ricky Kambuaya

10 hours ago 4

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia menyelesaikan FIFA Series 2026 dengan finis sebagai runner-up. Sempat menggasak St. Kitts and Nevis dengan skor telak 4-0 pada laga pertama, sayangnya kalah 0-1 dari Bulgaria di partai final.

Performa dua pertandingan yang dijalani Timnas Indonesia di FIFA Series membawa perkembangan. Skuad Garuda di era pelatih John Herdman sangat mendominasi lawan.

Unggul telak atas Saint Kitts serta membuat Bulgaria susah payah menang, menjadi gambaran potensi Timnas Indonesia ke depan.

Ada yang menarik dari lini tengah Timnas Indonesia mengalami perubahan dengan rotasi yang dilakukan pelatih John Herdman, sekaligus mengukur kedalaman skuadnya. Dalam dua laga, Herdman memasang empat pemain untuk benar-benar di posisi tengah.

Dimulai saat bertemu St. Kitts and Nevis di pertandingan pertama. Lini tengah Indonesia diisi Dony Tri Pamungkas di sektor kiri, Kevin Diks di kanan, serta duet Calvin Verdonk dan Jordi Amat di tengah.

Cukup mengejutkan ketika Calvin Verdonk dimainkan menjadi seorang gelandang tengah. Stamina dan daya jelajahnya diandalkan untuk bergerak leluasa dalam peran sebagai gelandang tengah. Bahkan, Verdonk kadangkala bermain hingga ke sisi kanan, meski punya kemampuan kaki kidalnya.

Kemudian Jordi Amat yang notabene kuat sebagai bek tengah, kali ini diberi peran sebagai gelandang jangkar, mirip dengan tugas Joey Pelupessy. Amat bermain cukup baik, solid, dan jago dalam membuka ruang dari umpan-umpan terobosan.

Dony Tri Pamungkas mendapat sorotan atas penampilannya yang memukau. Beberapa kali tusukan dan umpan-umpan silangnya membahayakan pertahanan lawan. Sementara itu, Kevin Diks piawai bermain menyisir sisi kanan.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Banyak Sisi Positif

Kemudian saat memasuki pertandingan kedua melawan Bulgaria, rotasi kembali dilakukan John Herdman. Verdonk dan Diks masih tetap di posisinya sebagai gelandang tengah dan winger kanan dengan menjadi starter.

Menariknya adalah memasang Nathan Tjoe-A-On sebagai winger kiri dan Joey Pelupessy kembali memerankan jenderal di lini tengah. Nathan Tjoe dengan mobilitas tinggi untuk menyisir sisi kiri, menjemput bola, hingga membangun serangan dalam melepas umpan silang.

Joey Pelupessy juga belum kehilangan ketenangannya membaca aliran bola di tengah. Ia bersama Calvin Verdonk mengawal lini tengah agar tak kedodoran, sekaligus membantu trio penyerang Sananta, Romeny, dan Ragnar Oratmangoen.

Verdonk yang tampil percaya diri, beberapa kali dengan tenang mengelabui lawan dalam permainan bola-bola pendeknya. Sementara itu, Kevind Diks masih konsisten meguasai sisi kanan lewat naik turun dan memberi umpan silang.

Lebih Kuat Lagi

Tak kalah menarik adalah membahas pemain-pemain di sektor tengah yang tak mendapat kesempatan bermain di dua laga FIFA Series. Dua di antaranya adalah Thom Haye dan Ricky Kambuaya.

Dua pemain tersebut sering diandalkan Timnas Indonesia, terutama di era pelatih Patrick Kluivert. Namun ada alasan yang membuat Haye dan Kambuaya tidak bermain di FIFA Series 2026.

Haye harus menghadapi skorsing. Thom Haye dijatuhi sanksi berat oleh FIFA berupa skorsing larangan bertanding sebanyak 4 (empat) laga resmi plus denda.

Sanksi tersebut diberikan akibat perilaku tidak sportif dan protes keras terhadap wasit Ma Ning saat melawan Irak pada kualifikasi Piala Dunia 2026, Oktober 2025.

Dengan peran deep-lying playmaker yang piawai mengatur ritme permainan. Ia dikenal memiliki visi bermain luar biasa, akurasi umpan jarak jauh yang mematikan, serta kemampuan teknis dan ketenangan saat menguasai bola.

Sementara itu, Ricky Kambuaya tak masuk skuad final yang berisi 23 pemain untuk tampil dalam FIFA Series, meski awalnya masuk dalam pemanggilan pertama.

Gelandang enerjik Dewa United itu bisa menambah kekuatan di lini tengah Timnas Indonesia, yang dikenal karena kemampuannya dalam dribel bola, daya jelajah tinggi, dan visi bermain apik.

Kambuaya juga dikenal unggul dalam menekan pertahanan lawan, melepaskan umpan terobosan, dan tampil efektif di ruang sempit.

Read Entire Article