Bola.com, Jakarta - Jurang degradasi semakin terlihat nyata untuk PSBS Biak. Kekalahan telak 1-5 dari Borneo FC Samarinda (11/4/2026) menenggelamkan mereka ke posisi juru kunci BRI Super League 2025/26.
Dua tahun lalu, Badai Pasifik tembus ke kasta tertinggi dengan posisi mentereng. Mereka lolos ke kompetisi teratas setelah mengunci gelar juara Liga 2 2023/24. Namun, hantaman badai datang dengan cepat di musim pertama mereka.
Manajemen baru yang dipimpin Owen Rahadian melepaskan pengaruhnya jelang akhir musim lalu dan beralih ke Persipura Jayapura. Eksodus pemain besar-besaran tak terbendung di awal musim ini.
Tampil dengan mayoritas pemain baru, tak membuat mereka ciut. Performa moncer pemain asing macam Luquinhas dan Ruyery Blanco serta daun muda, Damianus Adiman, membuat mereka sulit ditebak.
Namun, kisah manis itu berakhir prematur. Kepergian Divaldo Alves di kursi pelatih pada medio Desember 2025 lalu, mengungkap bobrok PSBS sebenarnya.
Berita video striker veteran yang kini bermain untuk PSBS Biak, Beto Goncalves mengungkapkan kunci sukses PSBS Biak juara Pegadaian Liga 2 dan kecintaannya terhadap Papua.
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Krisis Finansial Sejak Awal Musim
Ketidakstabilan performa PSBS sebenarnya bukan tanpa alasan. Masalah mendasar yang melilit PSBS Biak musim ini adalah krisis finansial yang berdampak langsung pada hak-hak pemain dan staf.
Kabar mengenai keterlambatan gaji mulai menyeruak ke publik sejak akhir tahun lalu. Membuat atmosfer ruang ganti berantakan dan mengganggu fokus para pemain.
Mantan pelatih PSBS, Divaldo Alves, sempat mengungkapkan secara terbuka bahwa gajinya tertunggak hingga lebih dari dua bulan. Kejadian ini tidak hanya menimpa jajaran pelatih, tetapi juga pemain dan staf.
Ketidakpastian ekonomi ini secara otomatis meruntuhkan mental bertarung para pemain. Alih-alih fokus pada taktik dan strategi, mereka justru dipusingkan oleh urusan dapur yang belum terpenuhi.
Cerita Orang Dalam PSBS
Bola.com berkesempatan melakukan wawancara langsung dengan salah satu sumber di dalam tim. Ia menceritakan bila manajemen tak hanya menunggak gaji, tetapi juga bonus mencetak gol.
"Biak tidak membayar gaji pemain yang tertunggak. Mereka tidak membayar kontrak. Pemain mendapat bonus gol tetapi tidak dibayar," bukanya sambil memohon untuk tidak menyebutkan namanya.
"Pemain asing membayar biaya perjalanan untuk keluarganya dari uang mereka sendiri. Tim berjanji akan membayarnya, tetapi tidak (ada yang dibayarkan)," sambungnya.
Larangan Transfer Pemain dari FIFA
Beberapa pemain dan staf sudah melaporkan ini secara langsung ke badan arbitrase FIFA. Hasilnya, enam kasus terdaftar dalam registration ban.
Hukuman asosiasi tertinggi sepak bola dunia membuat nasib PSBS makin tak karuan. Mereka tak bisa menambah kedalaman skuad di tengah tunggakan gaji yang semakin besar.
"Kami melaporkan klub ke FIFA dan mereka tidak menanggapinya. Mereka membayar setengah gaji pemain di bulan September, dan yang lain di bulan November," keluh sumber internal itu.
"Tetapi sekarang kami semakin takut gaji akan tertunggak berbulan-bulan dan tidak bisa membayar biaya perjalanan pulang," sambungnya.
Ketidakpedulian Presiden Klub
Ketiadaan tenaga baru di paruh kedua kompetisi membuat performa PSBS semakin limbung. Pemain yang ada dipaksa bekerja ekstra keras di tengah kondisi mental yang tertekan akibat tunggakan gaji.
Kelelahan fisik dan psikis ini terlihat jelas dalam hasil pertandingan Sandro Embalo dkk. Mereka menelan sembilan kekalahan, dua imbang dan hanya satu kemenangan sejak awal tahun.
Hal ini diperparah dengan sikap presiden klub Freddy Montolalu. Ia seolah tak peduli dengan tuntutan yang disuarakan oleh para pemain, pelatih dan staf.
"Kami mencoba mencapai kesepakatan dengan mereka. Tetapi mereka mengatakan tidak ada masalah karena musim depan mereka tidak akan berada di klub, itu akan menjadi masalah orang lain. Mereka tidak peduli dengan klub. Mereka bukan orang yang jujur," pungkasnya.
Pemain Mulai Bersuara
Setelah nasibnya terkatung-katung selama berbulan-bulan, penggawa PSBS akhirnya buka suara. Keacuhan manajemen klub atas hajat hidup mereka sudah tak tertahan.
Keterlambatan pembayaran ini kini telah mulai berdampak serius terhadap kondisi kehidupan sehari-hari. Dalam beberapa kesempatan, kebutuhan dasar seperti air minum setelah sesi latihan bahkan tidak selalu tersedia.
"Kami menulis surat ini untuk dengan hormat meminta perhatian dan bantuan Anda terkait situasi yang sedang berlangsung yang memengaruhi beberapa pemain dan staf di PSBS Biak," buka surat terbuka pemain melalui akun media sosial.
"Selama beberapa bulan terakhir, telah terjadi keterlambatan pembayaran gaji, di mana beberapa individu tidak menerima pembayaran selama kurang lebih dua setengah bulan, dan yang lainnya hingga tiga bulan."
"Kami ingin menegaskan bahwa kami tetap menghormati PSBS Biak sebagai klub, serta liga dan federasi. Niat kami bukan untuk menciptakan konflik, melainkan untuk mencari solusi yang konstruktif dan adil atas situasi yang semakin sulit bagi semua pihak yang terlibat."
"Saat ini, tidak tersedia makanan di akomodasi bagi pemain lokal. Kendaraan tim telah ditarik, dan pemain asing menerima pemberitahuan pengosongan tempat tinggal akibat kurangnya pembayaran. Bahkan, pada beberapa waktu, sesi latihan tidak dapat dilakukan karena tidak tersedianya lapangan latihan."
"Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, kami percaya bahwa situasi ini telah mencapai tingkat yang kritisKami juga telah beberapa kali mencoba menghubungi manajemen klub untuk memperoleh kejelasan mengenai situasi ini. Namun, hingga saat ini, panggilan dan pesan kami belum mendapatkan tanggapan, sehingga tidak ada komunikasi maupun arahan yang jelas."
"Oleh karena itu, kami memohon dukungan dan bimbingan Anda untuk membantu menyelesaikan masalah ini secara profesional dan penuh hormat, sehingga semua pihak dapat bergerak maju dengan cara yang positif dan stabil. Kami juga telah menghubungi dan sedang bekerja sama dengan APPI untuk memproses masalah ini." tutup pesan SOS tersebut.
Apa Selanjutnya untuk PSBS?
PSBS sejatinya dihuni banyak pemain berkualitas. Di tengah kesulitan yang ada, mereka tetap menampilkan permainan terbaik yang mengundang minat tim lain.
Namun, sepak bola bukan permainan individual. Masalah non-teknis yang mendera menggerogoti kemampuan tim bermain kolektif dan meraih kemenangan.
Tanpa suntikan 'moral', PSBS rasanya tinggal menunggu waktu mengucapkan selamat tinggal dari kasta teratas. Sebuah kisah singkat nan pahit sekaligus penuh pembelajaran betapa pentingnya aspek finansial dari sebuah klub profesional.

6 hours ago
1
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5504582/original/003992000_1771243648-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4860502/original/077231000_1718115528-PSBS_Biak_-_Ilustrasi_Logo_PSBS_Biak_copy.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5405356/original/074050200_1762458033-1000096973.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5399602/original/022416900_1761981801-Persija_vs_psbs-12.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5349930/original/000498800_1757942353-luq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5556496/original/045260300_1776248869-IMG_4335.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513784/original/008941800_1772068974-bernardo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554683/original/014397600_1776090680-ekayana.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458414/original/095279200_1767078866-milomir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/2717746/original/010533800_1548928694-IMG-20190131-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556513/original/003718200_1776249788-MD1_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5556495/original/056720600_1776248868-IMG_4331.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5525845/original/097475100_1773069470-jung.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5553222/original/001467300_1775917625-persija_vs_persebaya-08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552752/original/063086800_1775825252-InShot_20260410_194550730.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4994103/original/061056100_1730898089-083A7720.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457502/original/074005800_1767002964-dewa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5313542/original/006368300_1755009869-ChatGPT_Image_Aug_12__2025__09_37_15_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5500944/original/033275300_1770882341-87691.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4850625/original/040700000_1717329908-WhatsApp_Image_2024-06-02_at_16.11.17.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5555680/original/057676000_1776178026-Gemini_Generated_Image_qyvj5sqyvj5sqyvj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555681/original/096709400_1776178844-1000313605.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554490/original/091651000_1776072603-mas_vie.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453378/original/090115300_1766476856-disab_cirebon.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5471176/original/015231200_1768279469-20260113BL_Pengenalan_Pelatih_Baru_Timnas_Indonesia__John_Herdman_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477859/original/053823700_1768883478-disabilitas_kab_probolinggo.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455127/original/080720800_1766634287-natal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5368253/original/080065000_1759368915-persib-bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473955/original/050209800_1768462709-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457498/original/029853000_1767002852-WhatsApp_Image_2025-12-29_at_15.31.11_3f186a85.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5312155/original/068813000_1754906267-1000195601.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4081174/original/010090300_1657147252-penyandang_kusta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5425992/original/049039500_1764245301-20251126AA_PMPC_Persija_Vs_PSIM-27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1216325/original/021439400_1461734180-dokter.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5440982/original/029784500_1765449160-Bonnie_Blue.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5461255/original/043750800_1767354469-20260102AA_PMPC_Persija_Jakarta_Jelang_Lawan_Persijap_Jepara-12.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452727/original/035236000_1766455041-peparkot_serang.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4878682/original/015534800_1719648934-260529_opini_Laksamana_Sukardi___.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432107/original/022771100_1764756771-Flu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5440453/original/006723600_1765434311-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439139/original/021928200_1765351321-IMG-20251210-WA0004.jpg)