Kenangan Legenda Singapura Lionel Lewis saat Main di SUGBK pada Leg 1 Final Piala AFF 2004: Atmosfer yang Benar-Benar Gila

13 hours ago 1

Bola.com, Jakarta - Atmosfer di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ketika Timnas Indonesia sudah lama melegenda. Mantan kiper Timnas Singapura, Lionel Lewis mendapatkan kesempatan merasakan kegilaan itu.

Lionel Lewis tampil membela Timnas Singapura saat menjajal Timnas Indonesia dalam laga leg pertama final Piala AFF 2005. Pertandingan itu digelar di SUGBK Jakarta pada 8 Januari 2005. 

Menurut Lionel Lewis, susasana sekitar SUGBK saat itu sangat luar biasa. Lewis memperkirakan ada lebih dari 80 ribu penonton yang hadir saat itu. 

“Ada 80.000 atau 90.000 penggemar di sana. Itu gila. Bisa bermain di Senayan sangat indah. Saya belum pernah mengalaminya sebelumnya," ungkap Lionel Lewis via ASEAN United FC.

Selebrasi unik striker Timnas Indonesia, Boaz Solossa pada semifinal Piala AFF 2004 melawan Malaysia.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Susah Keluar Hotel

Lionel Lewis menyebut suasana di sekitar SUGBK saat itu sudah sangat padat pada pukul 3 sore. Padahal, sepak mula pertandingan baru akan dilakukan pada pukul 7 malam.

Antusiasme luar biasa masyarakat Indonesia bahkan membuat Lionel Lewis dan para pemain Timnas Singapura yang lain mengalami banyak kesulitan. Bahkan, untuk sekadar keluar dari lobi hotel.

“Pada pukul 3 sore stadion sudah penuh sesak. Anda tidak bisa keluar dari hotel, bahkan ke lobi untuk membeli makanan ringan. Tidak mungkin. Begitu Anda berada di sana, suasananya luar biasa. Mereka tak pernah berhenti bernyanyi," kenang Lewis.

Tekanan Luar Biasa

Suasana saat pertandingan menurut Lionel Lewis lebih mengerikan. Seisi Stadion Utama Gelora Bung Karno memberikan tekanan yang luar biasa kepada Timnas Singapura.

Menurut Lionel Lewis, suporter seperti tidak mengenal kata lelah. Mereka terus bernyanyi dan tentu saja menyoraki para pemain Timnas Singapura di sepanjang laga.

“Saat itu saya belum terlalu tua, saya masih cukup muda. Suasana penonton sangat luar biasa karena mereka semua menentang tim kami," ujar Lewis.

"Mereka bernyanyi untuk mencemooh kami. Setiap pemain kami membawa bola, mereka akan mencemooh dan membuat suasana bising," lanjutnya.

Tetap Juara

Meskipun mendapatkan tekanan yang luar biasa dari suporter, Timnas Singapura tetap meraih kemenangan 3-1 atas Timnas Indonesia.

Daniel Bennett, Khairul Amri dan Agu Casmir menjadi pencetak gol sang Singa saat itu. Sementara satu-satunya gol Garuda dicetak oleh Mahyadi Panggabedan.

Modal kemenangan 3-1 di SUGBK membuat Timnas Singapura menjalani final leg kedua dengan nyaman. Mereka kembali menang 2-1 di kandang sendiri atas Timnas Indonesia sepekan kemudian untuk menggondol trofi Piala AFF 2004.

“Tetapi bagi saya, setiap kali saya berada di lapangan, saya benar-benar fokus dan saya tahu apa yang harus dilakukan. Apa pun di luar lapangan tidak memengaruhi saya, karena saya bisa mengendalikan diri. Satu-satunya hal yang tidak bisa saya kendalikan adalah faktor eksternal; lapangan, lampu sorot, para penggemar," tegas Lionel Lewis.

Read Entire Article