Liputan6.com, Singapura - Kanker pada usia balita sudah banyak diketahui masyarakat. Begitu pula, kanker pada orang tua juga banyak terjadi. Namun, kanker juga bisa menimpa remaja dan dewasa muda usia 15 hingga 30-an tahun.
"Anda mungkin saat membuka media sosial kerap melihat anak kecil dengan selang infus tengah berjuang melawan kanker, tapi sangat jarang orang tahu bahwa remaja dan dewasa muda bisa juga terkena kanker," tutur dokter onkologi medis Poon Yi Ling Eileen dari National Cancer Centre Singapore (NCCS).
Bila merujuk data di National Cancer Centre Singapore, tiap tahun ada sekitar 500 remaja dan dewasa muda yang didiagosis kanker. Lalu, rentang tahun 2018 hingga 2021, setidaknya ada 6.000 pasien kanker usia remaja dan dewasa muda yang berobat di rumah sakit pemerintah Singapura itu.
"Itu baru di sini, belum rumah sakit pemerintah lain dan swasta yang ada di Singapura," lanjut dokter yang memiliki minat pada Adolescent and Young Adult Oncology (AYAO) ini.
Lalu, kenapa bisa remaja dan anak muda terkena kanker? Terkait itu, Poon mengungkapkan hingga kini belum diketahui pasti. "Jika kita bisa menjawabnya itu bisa bernilai sangat besar," tutur Poon saat menjawab pertanyaan Health Liputan6.com di NCCS pada Selasa, 10 Maret 2026.
Faktor risiko kanker yang terjadi pada remaja dan anak muda ada berbagai faktor risiko. Pertama, riwayat keluarga. "Mereka yang memiliki riwayat keluarga (dengan kanker) maka mungkin bisa terkena kanker," tutur Poon.
Faktor Risiko Kanker pada Usia Remaja dan Dewasa Muda
Namun, bagi pasien lain yang di keluarga tidak ada riwayat kanker bisa jadi karena faktor risiko lain seperti pola makan yang mengandung karsinogen atau zat pemicu kanker.
Lalu, ketiga, perokok dan perokok pasif juga memiliki kemungkinan terkena kanker. Seperti diketahui rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, dengan 70 di antaranya bersifat karsinogenik (pemicu kanker). Salah satu zat yang bisa memicu kanker adalah tar.
Keempat, berat badan. "Jenis kanker tertentu juga berhubungan dengan berat badan (berat badan berlebih bahkan obesitas).
Terakhir, Poon berbicara tentang faktor yang tidak bisa dikontrol. "Dan, ada kemungkinan karena nasib buruk semata."
Terlambat Diagnosis pada Pasien Kanker Remaja dan Dewasa Muda
Poon juga menyoroti bahwa kanker pada pasien muda sering terlambat didiagnosis. Bisa jadi karena anggapan anak muda tidak mungkin kena kanker sehingga ketika muncul gejala yang menetap dianggap bukan sesuatu yang serius.
Ia mencontohkan salah satu kasus yang ia tangani pada pasien perempuan berusia 15. Remaja perempuan itu awalnya mengeluh alami nyeri lutut sehingga berobat ke dokter umum. Awalnya diberi obat antinyeri tapi kambuh lagi, kemudian diberi krim. Namun, nyeri di lutut tetap lalu diduga ada infeksi maka diberikan antibiotik oleh dokter. Baru pada pengobatan kelima diketahui ada kanker. Saat kali kelima berobat ke dokter, lututnya bengkak lalu dokter meminta pasien melakukan X-ray. Baru di situ dokter menemukan ada tumor.
"Jadi, ketika merasa ada gejala yang muncul dan menetap beberapa minggu, padahal seharusnya gejala itu tidak ada maka perlu segera cek ke dokter," pesan Poon.
Gencarkan Edukasi tentang Kanker pada Kelompok Usia Muda
Mengingat jumlah pasien kanker remaja dan usia muda tidak sedikit, Poon bersama tim membentuk konsorsium internasional tentang Adolescent and Young Adult Oncology (AYAO).
"Pada dasarnya kami ingin mencoba untuk meningkatkan kesadaran pada kelompok pasien usia ini," tuturnya.
Lalu, NCCS juga bekerja sama dengan komunitas seperti Singapore Cancer Society dan organisasi nirlaba lain untuk membantu menyebarkan edukasi mengenai kanker pada remaja dan anak muda.Tak ketinggalan, remaja dan anak muda juga jadi target edukasi mengenai gejala kanker.
"Jadi, jika ada gejala yang berlanjut satu hingga delapan minggu, harus cari bantuan. Cek ke dokter," pesan Poon.

7 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526756/original/038501900_1773132635-Poon_Yi_Ling_Eileen_tentang_kanker_pada_pasien_usia_muda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3225983/original/097045200_1599023061-Imunisasi-Campak1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526472/original/047857300_1773123123-Film_Na_Willa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4529385/original/073753800_1691421379-shutterstock_1167771535.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5284529/original/016148100_1752640759-7a66c17a-2bcc-47bf-a78e-61bba7284f76.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441889/original/058278100_1765520069-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5526154/original/084381900_1773113381-abdi__3_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448787/original/062008800_1766040344-23407.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515361/original/008587900_1772172176-18407.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3323368/original/057006800_1607930307-20201214-Vaksin-Campak-Pentablo-dan-Polio-penyuluhan-anak-anak-DWI-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3224892/original/066102300_1598938346-20200901-Imunisasi-Campak-Anak-Sekolah-Dasar-DWI-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5525224/original/010490400_1773034924-budi_gunadi__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3052757/original/013297300_1581937443-pied-myna-2781707_960_720.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3126824/original/021867300_1589355816-20200513-Dapur-Umum-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5525356/original/066714300_1773039273-menkes_mudik.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5230646/original/052216400_1748002715-steptodown.com747671.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499413/original/036327500_1770785707-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4107467/original/072426000_1659334986-Bulan_Imunisasi_Anak_Nasional-Herman-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4212358/original/031108900_1667384841-9a8d3846-2297-4d73-bcc5-0dd3d1091ad6.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423821/original/058306800_1764096334-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293741/original/045684500_1753341485-2148817396.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410431/original/071573100_1762932802-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375172/original/076301400_1759912975-WhatsApp_Image_2025-10-08_at_3.21.23_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421473/original/046767000_1763906676-Sarmila_wati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5290464/original/056522900_1753113336-WhatsApp_Image_2025-07-21_at_20.06.02_c2d8139b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293058/original/065406200_1753281729-WhatsApp_Image_2025-07-23_at_20.48.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419257/original/042198300_1763651316-photo_2025-11-20_21-21-14.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427236/original/042414200_1764338646-FOD.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407787/original/057126800_1762754875-Marc_Cucurella__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441248/original/084139500_1765462277-1000257193.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430647/original/095128500_1764668680-WhatsApp_Image_2025-12-02_at_16.43.15_c2c5627c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400168/original/005067900_1762067797-000_1DL27K.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4878682/original/015534800_1719648934-260529_opini_Laksamana_Sukardi___.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1448550/original/003955100_1482914623-20161228-Chappy-Hakim-IA1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5414859/original/098956300_1763353030-Seniman_Autisme_di_Konser_Andien.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376526/original/002811900_1760007161-sppg1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415229/original/060484900_1763364384-perda_disab_jatim.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4760696/original/079555300_1709519479-20240304-Peringatan_10_Tahun_MH370-AFP_7.jpg)