BRI Super League: 2 Kali Merasa Dikerjai Pengadil Lapangan, Arema FC Minta Penjelasan Komisi Wasit

14 hours ago 4

Bola.com, Malang - Di balik hasil imbang saat menjamu Malut United pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (3/4/2026), ada satu hal yang membuat manajemen Arema FC tidak puas.

Adalah kinerja wasit Naufal Adya Fairuski. Itu karena proses penalti yang didapatkan oleh Malut United di pengujung babak pertama. Sehingga momen itu menjadi gol penyeimbang yang dicetak oleh striker Malut United, David da Silva.

Usai pertandingan manajemen Arema tak tinggal diam. Setelah melihat rekaman pertandingan dan melakukan analisis, mereka merasa penalti itu tidak layak terjadi.

Sebab, Ahmad Alfarizi tidak melakukan kontak fisik yang keras terhadap pemain Malut United, Igor Inocencio. Selain itu, pemain Malut tersebut tidak berpotensi mendapatkan bola. Karena bola sudah dihalau lebih dulu oleh Jayus Hariono.

Manajemen Arema serentak mempublikasi lewat story instagram jika mereka sudah berkirim surat kepada Komisi Wasit PSSI atas keputusan wasit yang dianggap tidak tepat.

Meskipun tidak akan mengubah hasil pertandingan, namun mereka ingin agar wasit yang bertugas nantinya bisa lebih jeli mengambil keputusan.

Pemain Persib Bandung, Thom Haye, menjadi buruan fans cilik Arema FC yang meminta tanda tangan selepas laga BRI Super League 2025/2026, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Senin (22/9/2025).

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Dua Kali Dirugikan

Pelatih Arema, Marcos Santos juga merasa jika wasit mengambil keputusan yang salah terkait penalti. "Mungkin wasit memberi penalti karena sebelumnya menganulir gol lawan. Dia merasa salah dan akhirnya memberi penalti. Padahal gol lawan juga dianulir karena mendorong pemain Arema,” katanya.

Sebenarnya, sebelum wasit menghukum Arema dengan penalti, dia sudah melihat VAR. kemudian tertulis jika ada kemungkinan bukan pelanggaran.

Namun wasit Naufal tetap mengambil keputusan penalti. Itu yang membuat Arema merasa dirugikan. Arema berkirim surat kepada Komisi Wasit PSSI juga karena merasa kesal karena ini bukan kali pertama dirugikan.

Pertandingan sebelumnya melawan Bhayangkara FC juga dianggap dirugikan oleh wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto. Karena ada dua kartu merah yang diberikan kepada Arema. Dua kartu merah tersebut dirasa tidak tepat.

"Saat melawan Bhayangkara juga ada keputusan yang tidak tepat. Harusnya waktu itu bukan kartu merah,” jelas Marcos.

Soal Kartu Merah di Laga Kontra Bhayangkara FC

Dalam laga itu, Pablo Oliveira diganjar kartu merah langsung karena menginjak kaki lawan. Namun Arema melihat jika hal itu bukan sebuah kesengajaan. Lantaran Pablo sedang berusaha mengambil ancang-ancang untuk menjaga keseimbangan guna melindungi bola.

Sedangkan kartu merah kedua diberikan kepada Dalberto. Karena melakukan ayunan tangan kepada pemain Bhayangkara yang mengawalnya, Slavko Damjanovic.

Singo Edan melihat jika Dalberto mendapat kartu merah, lawan harusnya dapat hukuman yang sama. Karena melakukan hal serupa. Namun, Slavko hanya menerima kartu kuning.

Karena dua kejadian beruntun, manajemen Arema mengirimkan surat agar Komisi Wasit memberikan klarifikasi dan penjelasan. Ini jadi kali pertama musim ini Arema melakukan itu.

Yuk Lihat Peta Persaingan

Read Entire Article