5 Pemain Timnas Indonesia yang Layak Mendapat Pujian di FIFA Series 2026, Termasuk Il Capitano Jay Idzes

1 day ago 5

Bola.com, Jakarta - FIFA Series 2026 berlalu sudah. Tapi aksi para penggawa Timnas Indonesia masih saja terus terbayang. Skuad Garuda memang gagal menjadi yang terbaik. Pasukan John Herdman kalah 0-1 di final, mengakui ketangguhan Bulgaria.

Tapi, semua tahu, Indonesia justru lebih mendikte Bulgaria, bahkan nyaris di sepanjang laga. Ada dua sampai tiga peluang, namun tak satu pun berujung gol.

Bulgaria, yang datang dengan dengan status berperingkat 87 FIFA, hanya mampu mencetak sebiji gol, itu pun via eksekusi tendangan penalti yang sukses diceploskan oleh Marin Petkov pada menit ke-38.

Bulgaria, yang pada laga sebelumnya melumat habis Kepulauan Solomon dengan skor horor 10-2, sama sekali tak terlihat gahar di depan Jay Idzes dan kawan-kawan. Tim asuhan Aleksandar Dimitrov memilih bertahan seraya menanti melakukan serangan balik.

Kalah dan gagal menjadi juara tak membuat pemain-pemain Timnas Indonesia dihujani kritik. Sebaliknya, publik Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta tetap memberikan aplaus kepada semua pemain, juga John Herdman.

Timnas Indonesia masih krisis striker jelang FIFA Series 2026 di GBK. Ole Romeny jadi andalan utama, sementara Sananta, Hokky, dan lainnya dinilai belum setara. PSSI siapkan naturalisasi, namun belum bisa membantu dalam waktu dekat.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

5 Pemain Layak Dapat Acungan Jempol

Persiapan yang mepet, kumpul tanggal 24 Maret dan tiga hari berselang melakoni laga pertama melawan Saint Kitts and Nevis lalu bentrok kontra Bulgaria pada 30 Maret tak membuat Jay Idzes cs. keteter. Tetap semangat, tetap solid, dan tetap ngotot. Sayang, nasib baik masih enggan berpihak.

FIFA Series 2026 merupakan ajang pertama Timnas Indonesia di bawah arahan John Herdman dan hasilnya tak begitu mengecewakan. Ke depan, masih banyak palagan yang harus diarungi. Targetnya jelas: tampil sebagai pemenang.

Masih mengusik lamunan, setidaknya ada lima pemain yang layak mendapat acungan jempol, juga pujian di ajang FIFA Series kemarin. Siapa saja?

Jay Idzes

Diam, dingin, setangguh karang di tepi pantai, Jay Idzes tak terbantahkan lagi merupakan nyawa dan ruh permainan Timnas Indonesia.

Jay Idzes, yang kaya pengalaman di Serie A, tak hanya sekadar kapten tim, tapi juga menara angker di lini belakang. Ia juga bisa menjelma menjadi anak panah yang mematikan dalam melancarkan serangan balik.

Di laga pertama melawan Saint Kitts and Nevis kemudian lanjut melawan Bulgaria, Jay Idzes tak tergantikan. Bertarung hingga tetes peluh penghabisan.

Dony Tri Pamungkas

Sebelum FIFA Series digelar, banyak yang ragu kalau pemain muda kepunyaan Persija Jakarta ini bakal dipanggil oleh John Herdman.

Ternyata namanya masuk daftar 41 nama yang dipanggil. Ketika dipangkas menjadi 24 pemain, nama sang wonderkid tetap ada.

Jagat sepak bola nasional geger tatkala Dony Tri masuk starting XI melawan Saint Kitts and Nevis. John Herdman dianggap berjudi, juga bunuh diri. Bukankah di posisi Dony Tri masih banyak pemain yang lebih layak dan lebih teruji?

Dony Tri sepertinya sadar betul kalau dirinya dinafikan, belum pantas jadi starter di pentas Internasional. Apa yang tersaji selanjutnya sungguh menakjubkan.

Dony Tri meledak. Ia lampiaskan semua lewat performanya yang sangat memesona. Passingnya, gocekannya, liukannya, dan shootingnya membuat stadion bergemuruh. Sukses melumat Saint Kitts and Nevis empat gol tak lepas dari kontribusi remaja ajaib berusia 21 tahun ini.

Melawan Bulgaria, Dony Try kembali diturunkan. Hanya saja di babak kedua. Lagi, Dony Try menggila. Kelahiran Boyolali itu beberapa kali melakukan tusukan lalu melepaskan umpan-umpan mematikan. Sayang, Bulgaria masih terlalu tangguh bagi Dony Tri.

Beckham Putra

Dikritik dan diragukan tak membuat mental Beckham Putra runtuh. Sebaliknya, ia membayar kepercayaan John Herdman lewat permainan yang benar-benar indah.

Dwigol ke gawang Saint Kitts and Nevis seakan menampar para pengkritik, juga para peragu, kalau gelandang berusia 24 tahun kepunyaan Persib Bandung layak dipanggil ke Timnas Indonesia.

John Herdman sepertinya tahu betul, ia tak salah pilih dan Beckham Putra mampu membuktikannya. Jika saja Beckham Putra masih dipercaya sebagai starter kala bersua Bulgaria, bisa jadi Skuad Garuda tak akan kalah. Namun tak ada yang perlu disesalkan.

Semua tahu, mau jadi starter atau masuk dari bangku cadangan, Beckham Putra tetaplah Beckham Putra: tampil sepenuh hati.

Ole Romeny

Tak banyak bicara, banyak bekerja. Dari semua pemain Timnas Indonesia saat ini, Ole terbilang irit bicara. Bukan berarti sombong atau angkuh, melainkan ia hanya memilih fokus jelang duel.

Di lapangan, diamnya Ole menjelma menjadi teror bagi lawan. Dalam skema John Herdman, Ole memang diplot sebagai striker.

Namun, ia justru ada di setiap milayah permainan lawan. Berlari ke semua arah, mengecoh bek-bek lawan. Di momen tertentu, ia masuk menerjang dan sejurus kemudian melepaskan tembakan.

Dua pertandingan, dua kekaguman. Ole tak pernah berhenti membuat decak kagum. Golnya ke gawang Saint Kitts and Nevis serta assist-nya kepada Beckham Putra sungguh memanjakan mata.

Hebatnya Ole, kendati tak pernah tampil sepanjang Maret bareng klubnya, Oxford United, tak membuat tombak berusia 25 tahun itu kehilangan naluri membunuh kala memperkuat Timnas Indonesia dalam dua laga FIFA Series kemarin. Ngeri!

Calvin Verdonk

Serba bisa di mana pun ditempatkan, Calvin Verdonk mengukuhkan dirinya sebagai salah satu andalan Timnas Indonesia saat ini.

Sejatinya, Verdonk bermain sebagai fullback. Tapi, di tangan John Herdman, pilar Lille, Prancis, itu menjelma menjadi gelandang pengangkut baja. Terkadang, bergeser ke kiri atau ke kanan berperan sebagai penyerang sayap.

Sebagai playmaker, Verdonk enggan menguasai bola berlama-lama. Ia gemar melakukan sentuhan satu dua dari kaki ke kaki. Sesekali ia melepaskan umpan jauh melengkung yang sangat memanjakan.

Berkaca dari FIFA Series, John Herdman pastinya merasa tenang karena punya jagoan sekaliber Verdonk.

Read Entire Article