Punya Ikatan Batin dengan Persis Solo, Widyantoro Selipkan Doa agar Laskar Sambernyawa Bertahan di BRI Super League

4 hours ago 3

Bola.com, Jakarta - Persis Solo masih terjebak di zona degradasi dalam persaingan BRI Super League 2025/2026. Hingga memasuki pertandingan ke-31, klub kebanggaan wong Solo itu masih terpaku di posisi ke-16.

Persis Solo di posisi ketiga terbawah klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 dengan nilai 27. Tim besutan Milomir Seslija berjarak dua angka di bawah Madura United yang berada di posisi aman yakni peringkat ke-15.

Secara matematika, peluang Persis Solo masih ada untuk merangsek naik meninggalkan zona degradasi. Tentu syaratnya adalah memaksimalkan tiga pertandingan tersisa musim ini dengan kemenangan, dan berharap para pesaingnya tergelincir.

Selain Madura United, tim seperti Persijap Jepara dan PSM Makassar masih dalam jangkauan untuk dikejar Persis Solo, meningat ada gap empat poin di sisa musim ini. Sementara dua tim sudah dipastikan terdegradasi yakni PSBS Biak dan Semen Padang.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Inkonsisten

Mengawali musim ini dengan kemenangan di markas Madura United, kemudian Persis seperti terjun bebas. Mereka melewati 13 pertandingan berturut-turut tanpa kemenangan hingga Desember 2025.

Setelah sempat terseok-seok pada putaran pertama, Persis Solo kemudian perlahan bangkit untuk menambah pundi-pundi poin mereka.

Di bulan Maret 2026, mereka sukses mengamankan dua kemenangan, masing-masing atas Persik Kediri (2-1) dan Bali United (3-0), serta satu kali hasil imbang 0-0 di markas Persijap Jepara.

Memasuki bulan April, Persis kembali menunjukkan tanda-tanda bangkt, dengan mencuri poin di markas PSM Makassar (1-1), dilanjutkan kemenangan atas Semen Padang (2-1). Sempat kalah 0-2 di markas Arema, Persis kembali mengamankan poin penuh dengan menggasak Bhayangkara FC (2-1).

Menutup periode April, Dejan Tumbas dan kolega harus mengakui kekalahan telak 0-4 dari tuan rumah Persija. Disusul kembali kalah mencolok 2-5 dari Malut United saat mengawali bulan Mei ini.

Persis masih punya tiga pertandingan tersisa yakni menjamu Persebaya (9/5/2026) dan Dewa United (16/5/2026), lalu ditutup dengan lawatan ke markas Persita (23/5/2026).

Masih Ada Peluang

Mantan pelatih Persis Solo, Widyantoro menanggapi situasi di klub berjulukan Laskar Sambernyawa itu yang dalam ancaman turun kasta. Ia turut prihatin Persis masih berada di papan bawah.

Namun demikian, ia masih sangat yakin tim pujaan Pasoepati bangkit di sisa musim ini, mengejar posisi aman menjauhi tiga peringkat dari bawah. Ia mengaku peluang Bruno Gomes dan kawan-kawan masih terbuka.

"Intinya tiga pertandingan betul-betul diperjuangkan dengan sepenuh hati. Perjuangan dari semua pihak, dari sejak promosi ke Liga 1 dan suporter yang begitu setia, kalau harus turun itu artinya kok eman-eman (disayangkan) sekali," tutur Widyantoro saat berbincang dengan Bola.com, Senin (4/5/2026).

"Saya yakin masih ada kans untuk bertahan, asal semuanya benar-benar diperjuangkan. Materi pemain bagus-bagus, artinya potensi untuk menang di tiga laga tersisa masih cukup besar. Optimistis kalo saya soal Persis saat ini," jelasnya.

"Saya masih mengikuti Persis Solo, ada banyak perubahan materi pemain. Saya sering menyempatkan untuk nonton Persis Solo pas disiarkan live."

Bantu dengan Doa

Sosok WIdyantoro tak asing di kalangan penggemar Persis Solo. Pria asal Magelang, Jawa Tengah ini pernah membesut Persis pada periode berbeda.

Dimulai pada musim 2013–2014, berlanjut pada musim 2016–2017, dan sebagai asisten pada 2018. Ia dikenal sebagai pelatih yang membawa Persis menembus babak 8 besar Divisi Utama 2014 dan sempat menangani tim di ISC B 2016 serta Liga 2 2017.

Dalam tiga musim terakhir, Widyantoro memimpin Bekasi City dalam mengarugi persaingan di Pegadaian Liga 2. Musim 2025/2026 baru saja rampung, ia membawa Bekasi City finis di posisi ketiga klasemen akhir.

"Doa saya yang terbaik untuk Persis Solo yaitu tetap bertahan di Liga 1. Saya merasa masih menjadi bagian dari keluarga Persis, berjuang bersama-sama saat masih di Liga 2," tutur pelatih yang akrab disapa Wiwid.

"Sekali lagi pesan saya mohon diperjuangkan dengan maksimal, semua tidak ada yang tahu dalam sepak bola," pungkas Widyantoro.

Read Entire Article