Pengamat Malaysia Ini Ikut Gemas Melihat Trik Negatif Vietnam saat Kalah dari Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-19 2026

7 hours ago 3

Bola.com, Jakarta - Drama sepak bola negatif yang ditunjukkan Timnas Vietnam U-19 saat dikalahkan Timnas Indonesia U-19 dengan skor 1-2 membuat siapa pun yang melihat merasa jengkel dan gemas.

Seolah perilaku nista itu sudah identik dengan karakter pemain Timnas Vietnam di semua level. Padahal, dengan kualitas yang mereka miliki, seharusnya pemain Vietnam tak perlu bermain kasar dan bersandiwara di tengah lapangan.

Kebiasaan ini mendapat komentar dari pengamat sepak bola regional, Raja Isa Raja Akram Syah.

"Trik pemain Vietnam ini mulai muncul saat dilatih Park Hang-seo. Mereka seolah menghalalkan segala cara untuk memenangkan pertandingan. Meskipun pemain harus bermain kasar hingga sengaja untuk mencederai lawan," kata Raja Isa.

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin gagal meraih gelar Indonesia Open 2026 setelah kalah 13-21, 21-18, 10-21 dari pasangan Malaysia di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/6/2026). Keduanya menilai lawan lebih mampu memanfaatkan momentum sepanjang pertandin...

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Seperti Perang

Mantan pelatih PSM Makassar dan Persipura Jayapura ini menyebut pemain Vietnam harus bermain bola seperti pergi perang.

"Apa pun mereka lakukan untuk menang. Vietnam memakai taktik sandiwara itu untuk membangun sepakbolanya. Meskipun cara ini tak disukai lawan," cetusnya.

Ironisnya, lanjut pengamat sepak bola asal Malaysia ini, kebiasaan buruk seolah menjadi trademark Vietnam.

"Berapa pemain Indonesia telah jadi korban keganasan pemain Vietnam? Evan Dimas pernah mengalaminya di SEA Games. Pemain Vietnam punya kualitas, mereka tak perlu lagi bermain nakal," ucapnya.

Merugikan Vietnam Sendiri

Kendati begitu, pria berdarah keturunan Bugis ini menilai sah-sah saja dengan segala cara sebuah tim memprovokasi lawan.

"Boleh saja memancing emosi lawan, tapi harus dalam koridor sportivitas. Nah, di sini seharusnya semua elemen Timnas Indonesia U-19 mengantisipasi jika bertemu Vietnam, Saya lihat kemarin emosi mereka terpancing juga," ujarnya.

Akan tetapi, Raja Isa yakin attitude negatif itu akan merugikan sepak bola Vietnam, apalagi jika peraturan baru FIFA mulai diterapkan.

"Aturan baru FIFA melarang pemain mengulur waktu dengan drama. Jika Vietnam tak berubah, akan merugikan mereka sendiri. Timnas Indonesia U-19 tidak perlu memikirkan perilaku Vietnam. Mereka harus cool dan fokus pada permainan," tutur Raja Isa.

Read Entire Article