Demi Atasi Masalah Klasik Tunggakan Gaji, I.League Perketat Club Licensing

6 hours ago 5

Bola.com, Jakarta - I.League bergerak cepat membenahi tata kelola finansial klub-klub sepak bola di Indonesia. Langkah tegas ini diambil demi mengakhiri permasalahan klasik penunggakan gaji pemain dan staf yang kerap mencoreng wajah sepak bola nasional.

Fokus utama pengelola kompetisi saat ini berpusat pada pengetatan proses club licensing (lisensi klub). Regulasi ini didorong agar setiap klub peserta memiliki transparansi keuangan, manajemen yang sehat, serta sanggup berdiri di atas kaki sendiri tanpa ketergantungan finansial yang berisiko.

Menurut data terkini APPI, masih ada 28 klub yang menunggak gaji kepada eks pemain mereka jelang bergulirnya musim kompetisi 2026/2027. Satu di antaranya adalah PSM Makassar.

Banyak juga klub-klub di lain di Championship, Liga Nusantara, hingga Liga 4 yang melakukan hal yang sama. Jumlah tunggakan gaji mereka pun beragam.

Liga 1 Putri masih belum terlihat kepastian kapan akan digelar kembali. Dalam sesi wawancara terbaru, Ketua Umum PSSI Erick Thohir akhirnya buka suara menjawab pertanyaan publik soal kelanjutan kompetisi sepak bola putri di Indonesia. Apa alasan di b...

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Meningkat Kualitas

Direktur Komersial I.League, Sadikin Aksa, menegaskan bahwa pembenahan ini merupakan bagian dari proses panjang untuk membawa sepak bola Indonesia naik kelas.

Meski mengakui masih ada jarak lebar jika dibandingkan dengan kompetisi Eropa seperti Liga Belanda atau Liga Spanyol, ia optimistis perubahan harus dimulai dari sekarang.

"Saya dan Kang Asep sudah pernah ke Belanda dan Spanyol. Kalau mau dibandingkan dengan sana memang beda, tapi arah menuju ke sana itu ada. Apakah ada kata terlambat? Tidak ada, kita mulai saja," ujar Sadikin.

Pelajaran Berharga

Kondisi finansial klub-klub Indonesia memang sempat goyah akibat beberapa hantaman hebat di masa lalu.

Sanksi pembekuan dari FIFA pada 2015 serta berhentinya kompetisi dalam waktu panjang akibat pandemi COVID-19 menjadi pukulan telak bagi industri sepak bola nasional.

Pengalaman pahit tersebut kini dijadikan cermin bagi I.League untuk memperkuat benteng regulasi. Penerapan club licensing yang ketat diharapkan mampu menjadi garansi utama agar klub-klub Indonesia makin profesional dan bebas dari krisis finansial di masa depan.

Read Entire Article