Mobil Tabrak Kerumunan di Jerman, 2 Orang Tewas dan Puluhan Terluka

9 hours ago 4

Liputan6.com, Berlin - Sedikitnya dua orang tewas dan beberapa lainnya terluka setelah seorang pengemudi mobil menabrak kerumunan di pusat Leipzig, Jerman timur. Demikian menurut pernyataan wali kota setempat.

"Polisi telah menangkap pelaku," kata Burkhard Jung pada hari Senin (4/5/2026) seperti dikutip dari laporan The Guardian, seraya menambahkan bahwa pihak berwenang telah mengendalikan lokasi kejadian di zona pejalan kaki.

"Kami masih belum benar-benar mengetahui motifnya. Kami belum mengetahui apa pun tentang pelaku."

Tersangka telah dikonfirmasi oleh otoritas sebagai pria berusia 33 tahun kelahiran Jerman yang tinggal di wilayah Leipzig.

Petugas layanan darurat menyebutkan sekitar dua puluh orang lebih mengalami luka-luka dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 16.45 waktu setempat. Saat itu, kawasan tersebut dipenuhi oleh para pembeli dan pengunjung kafe pada sore hari musim semi yang hangat. 

"Dua orang mengalami luka serius. Mereka segera ditangani oleh petugas pertama di lokasi, kemudian dibawa oleh layanan ambulans dan dirujuk ke unit gawat darurat," kata kepala pemadam kebakaran Axel Schuh. "Kami juga memiliki sekitar 20 orang lainnya yang terdampak."

Sekitar 40 petugas pemadam kebakaran, 40 paramedis, dan dua helikopter dikerahkan ke lokasi.

Pengemudi tersebut diduga berbelok dari Augustus Square dengan mengendarai Volkswagen Taigo berwarna abu-abu menuju kawasan perbelanjaan Grimmaische Street dengan kecepatan tinggi, lalu melaju sekitar 500 meter menuju Naschmarkt Square. Foto-foto menunjukkan kaca depan kendaraan pecah dan kap mobil penyok.

Para saksi mengatakan bahwa mobil tersebut tampaknya terhenti setelah tertahan oleh salah satu tiang pembatas otomatis di kawasan pejalan kaki. 

Jung, yang tiba di lokasi tak lama setelah kejadian, meminta para pengunjung untuk pulang.

"Ini sangat mengejutkan. Yang bisa saya lakukan saat ini hanyalah menyampaikan solidaritas saya kepada keluarga para korban," katanya kepada Leipziger Volkszeitung. "Segala hal lainnya kini akan bergantung pada kerja polisi dan otoritas penyelidik."

Jorg dan Jana Hafner mengatakan kepada surat kabar yang sama bahwa mereka sedang duduk di sebuah restoran ketika SUV melaju kencang di jalan.

"Ada suara mesin yang keras—dan dentuman," kata Jorg, yang melaporkan bahwa para pengunjung bergegas membantu seorang perempuan yang tertabrak mobil.

Jana, yang berprofesi sebagai perawat, menambahkan, "Ada rasa solidaritas yang luar biasa."

Toko-toko di kawasan tersebut diperintahkan untuk tutup. Polisi memasang garis pembatas untuk menghalau kerumunan.

Doa perdamaian tradisional setiap hari Senin di gereja St Nicholas, yang dikenal sebagai pusat aktivisme anti-rezim pada masa Jerman Timur komunis, turut dibayangi oleh insiden tersebut.

Pendeta Sebastian Feydt mengatakan banyak orang yang berada di sekitar lokasi datang untuk mencari perlindungan atau memproses pengalaman mereka. Ia menambahkan bahwa gereja akan tetap terbuka bagi pengunjung hingga waktu yang belum ditentukan.

Jerman telah mengalami serangkaian insiden penabrakan menggunakan mobil dalam beberapa tahun terakhir.

Tahun lalu, dua orang tewas di Kota Mannheim, Jerman barat, ketika seorang pria Jerman berusia 40 tahun menabrakkan mobil ke sekelompok pejalan kaki, hanya beberapa minggu setelah serangan serupa oleh seorang pencari suaka asal Afghanistan terhadap demonstrasi serikat pekerja di Munich, yang menewaskan dua orang dan melukai lebih dari 40 orang termasuk beberapa anak-anak.

Pada Desember 2024, beberapa orang tewas dalam serangan penabrakan mobil oleh seorang dokter asal Arab Saudi di pasar Natal di Kota Magdeburg, Jerman timur. Insiden tersebut terjadi beberapa bulan setelah serangan penusukan oleh seorang pria Suriah di sebuah festival di kota Solingen, Jerman barat. 

Read Entire Article