Bola.com, Jakarta - Mantan pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri, menyoroti masih adanya pola pikir yang keliru dalam pembinaan sepak bola usia muda di Indonesia. Menurutnya, banyak orang tua maupun pelatih sekolah sepak bola (SSB) yang belum siap menerima kekalahan secara sehat dalam kompetisi.
Pelatih yang sukses mempersembahkan dua gelar Piala AFF U-19, satu trofi Piala AFF U-23, serta medali emas SEA Games untuk Indonesia itu menilai pembinaan usia dini seharusnya tidak hanya fokus pada teknik bermain, tetapi juga pembentukan mentalitas kompetitif sejak awal.
Indra Sjafri memahami betul bahwa mengelola SSB bukan perkara mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari persoalan finansial, keterbatasan fasilitas, hingga kualitas pelatih yang belum merata di berbagai daerah.
Karena itu, setiap kali tim yang ditanganinya meraih prestasi, Indra selalu menyempatkan diri memberikan apresiasi kepada SSB yang dinilainya menjadi fondasi utama lahirnya talenta-talenta muda untuk Timnas Indonesia.
“Statement pertama yang selalu saya katakan dalam konferensi pers kalau tim saya menang atau juara, terima kasih pertama itu ya ke SSB. Karena dinamika yang dialami, enggak gampang ngurus SSB itu,” kata Indra Sjafri melalui kanal YouTube One Corner tvOneNews.
“Belum lagi masalah keuangan, masalah lapangan, infrastruktur, serta masalah pelatih. Bagaimana di SSB ini pemain-pemainnya bisa berkembang sesuai dengan apa yang kita inginkan,” lanjut pelatih asal Sumatera Barat tersebut.
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Juara Bukan Hal yang Haram di Usia Muda
Dalam pandangannya, anggapan bahwa pemain usia dini tidak perlu mengejar gelar juara justru merupakan pemahaman yang keliru. Indra menegaskan bahwa jiwa kompetitif harus mulai ditanamkan sejak anak-anak masih berada di level pembinaan dasar.
Menurutnya, kompetisi tetap harus menjadi ajang untuk melahirkan yang terbaik, selama dijalankan dengan cara yang sehat dan sportif.
“Kan banyak orang bilang enggak penting juara di usia muda. Iya kan? Bukan itu harusnya. Jiwa kompetitif itu harus ditanamkan dari usia muda. Harus selalu jadi yang terbaik. Itu kan masalah mentality. Dia harus jadi yang terbaik,” tegas Indra.
Pelatih berusia 63 tahun itu bahkan menyebut pihak yang kerap merusak esensi kompetisi justru datang dari kalangan orang dewasa, bukan anak-anak yang bermain di lapangan.
“Di kita itu, yang banyak merusak justru orang-orang dewasanya, bukan anak-anaknya,” sambungnya.
Indra juga mempertanyakan logika yang melarang anak-anak mengejar prestasi di usia muda. Baginya, semangat kompetitif tidak akan tumbuh jika pemain sejak awal dibiasakan untuk tidak mengejar kemenangan.
“Masa sih anak-anak dilarang untuk juara? ‘Eh, kamu gak perlu juara’. Ini gak boleh dong. Kompetisi itu ya untuk mencari yang terbaik,” ujar Indra.
“Cuman orang dewasa banyak membuat hal-hal itu menjadi negatif kan. Pencurian umur, menghalalkan segala cara itu yang gak boleh. Tapi kalau ditanya bolehkah dia juara? Ya boleh dong,” lanjutnya.
Peran Orang Tua dan Pelatih Jadi Sorotan
Selain membahas pentingnya mental kompetitif, Indra Sjafri juga menilai peran orang tua sangat menentukan perkembangan pemain muda. Ia mengingatkan bahwa dukungan kepada anak tetap harus memiliki batas yang sehat agar tidak berubah menjadi tekanan berlebihan.
“Oleh sebab itu, kuncinya semua elemen, termasuk orang tua. Orang tua juga harus dicerahkan. Oke support anaknya, tapi harus ada batasan support dari orang tua kayak apa,” katanya.
Di sisi lain, Indra memberikan perhatian khusus terhadap kualitas pelatih di SSB. Menurutnya, pelatih usia dini wajib memiliki lisensi dan pengetahuan yang memadai karena mereka memegang tanggung jawab besar dalam membentuk masa depan sepak bola Indonesia.
“Hanya saja, pelatih-pelatih yang bertugas di SSB harus tersertifikasi dan benar-benar berkualitas,” ujar Indra.
“Karena ada istilah, lebih bagus pemain tersebut berlatih sendiri daripada dilatih oleh pelatih yang tidak punya pengetahuan,” pungkasnya.
Belakangan, Indra Sjafri memang aktif melakukan safari coaching clinic ke berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan itu menjadi bagian dari upayanya berbagi ilmu dan mendorong peningkatan kualitas pembinaan sepak bola usia muda di Tanah Air.

7 hours ago
1
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4430531/original/031324800_1684267557-000_33FA3LR.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6963622/original/019730000_1779729236-HJLdgZHbkAA1f3o.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5672034/original/021349700_1778466890-Persija_vs__Persib_Bandung-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540284/original/055945700_1774694136-InShot_20260328_171527653.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5008201/original/060853500_1731697541-20241116BL_Debut_Kevin_Diks_3.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310770/original/021008100_1754789255-HS.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6736452/original/085138800_1779548782-ChatGPT_Image_May_23__2026__10_04_01_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6940247/original/064310800_1779708765-0S6A0173.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4890948/original/095825900_1720887428-Timnas_Indonesia_-_Ilustrasi_Logo_Timnas_Indonesia_dan_Timnas_Day_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498686/original/033215600_1770714433-WhatsApp_Image_2026-02-10_at_15.58.21.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6936554/original/010123700_1779705557-1000429617.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6728274/original/048734500_1779542570-BL1_1056.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6928866/original/034379000_1779699006-1000429821.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461750/original/074970100_1767439018-Mariano_Peralta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6186945/original/061642800_1779067056-1000117860.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553623/original/005266200_1775990330-IMG_20260412_173504_666.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516665/original/098952900_1772340116-marcos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6915000/original/047676900_1779685610-FOTO_5__14_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485548/original/063674100_1769511840-closeup-shot-sleeping-bat-wrapped-its-wings.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493594/original/084966300_1770260452-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488195/original/057422900_1769740878-Kelelawar_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492093/original/003732200_1770119848-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5038666/original/014666900_1733474753-94e7daec-b3e5-4c5a-8b8c-040db79346dc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487982/original/048924600_1769689308-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080102/original/008701700_1736158590-20250106-Dapur_MBG-MER_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493134/original/064229400_1770195236-ranperda.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493785/original/084377000_1770266802-ktp_disabilitas.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486576/original/078593500_1769590756-photo-collage.png.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5494606/original/026254100_1770300440-budi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489399/original/049593700_1769851331-PA_Cimahi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5256055/original/037675900_1750224442-medium-shot-sick-woman-home.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495969/original/051449600_1770450657-Gemini_Generated_Image_jaauspjaauspjaau.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3292202/original/009672500_1604991193-20201110-Lama-Rusak_-Lift-JPO-Sarinah-Dibiarkan-Terbengkalai-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5495514/original/009145800_1770373849-disabilitas_phtc.jpeg)