BRI Super League: Tantang Bhayangkara FC, PSBS Bidik Finis di Atas Semen Padang pada Laga Penutup Musim

4 hours ago 2

Bola.com, Jakarta - Pelatih PSBS Biak, Marian Mihail, menegaskan tekad timnya untuk menutup musim BRI Super League 2025/2026 dengan hasil positif saat menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, Sabtu (23/5/2026) sore WIB.

Meski PSBS sudah dipastikan terdegradasi ke Liga 2 musim depan, Mihail tetap meminta anak asuhnya tampil maksimal. Pelatih asal Rumania itu ingin Badai Pasifik meninggalkan kesan baik pada partai terakhir musim ini.

"Saya sangat senang dengan apa yang kita lakukan hari ini karena kami kedatangan beberapa pemain muda dan mereka perlu tahu bagaimana cara kami bermain," ujar Mihail pada Jumat (22/5/2026).

"Sekarang semua orang tahu bagaimana kami harus memainkan pertandingan terakhir. Kami termotivasi untuk menyelesaikannya dengan hasil yang baik dan meninggalkan kesan yang baik," sambungnya.

PSBS memang menjalani musim yang berat. Dari 33 laga, mereka hanya mampu meraih empat kali menang, enam imbang, dan 23 tumbang. Mereka kini terdampar di dasar klasemen sementara dengan koleksi 18 poin.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Ingin Tutup Musim di Atas Semen Padang

Mihail mengakui duel melawan Bhayangkara FC tidak akan mudah. Sang lawan terkini berada di papan atas dan dikenal memiliki permainan solid bersama pelatih Paul Munster.

Namun demikian, PSBS tetap membawa motivasi besar. Satu di antara target yang dibidik ialah mengakhiri musim di atas Semen Padang yang saat ini unggul dua poin dari mereka di klasemen sementara.

"Keinginan kami adalah memenangkan pertandingan ini jika memungkinkan. Meskipun kita tahu bahwa Bhayangkara adalah tim yang sangat bagus. Tapi kami ingin sekali bisa finis di atas Semen Padang," kata Mihail.

Saat ini Bhayangkara FC menempati posisi ketujuh klasemen dengan raihan 50 poin. Situasi itu membuat laga pekan ke-34 diprediksi tetap berjalan ketat meski kedua tim sudah tidak lagi memiliki target besar di papan klasemen.

Evaluasi Telanta Muda

Di tengah berbagai persoalan finansial yang melanda klub, PSBS juga kehilangan banyak pemain pada akhir musim ini. Sejumlah nama memilih hengkang akibat masalah gaji yang belum dibayar.

Kini cuma tersisa tiga legiun asing yang bertahan, yakni Pablo Andrade, Mohcine Hassan, dan Luquinhas. Tetapi, nama terakhir dipastikan absen kontra Bhayangkara FC karena terkena akumulasi kartu kuning.

"Memang itu jadi masalah karena pemain-pemain yang meninggalkan klub adalah pemain bagus. Tapi di sisi lain kami juga memiliki kesempatan untuk melihat pemain-pemain lain, terutama pemain muda, kami mendatangkan pemain dari akademi," ucapnya.

"Jadi, kami menggunakan pertandingan-pertandingan terakhir ini untuk mengevaluasi semua pemain, untuk mengetahui dengan siapa kami bisa terus membangun kembali tim ini, untuk membuat tim pemenang yang baru," tutur Mihail.

Bermain Lepas Tanpa Beban

Arsitek berusia 68 tahun itu berharap anak asuhnya tampil lepas dan terhindar dari cedera. Selain itu, ia juga ingin melihat perkembangan talenta muda ketika menghadapi tim selevel Bhayangkara FC yang dinilai punya kualitas mumpuni.

"Ekspektasi saya adalah memainkan pertandingan yang bagus, pemain tidak ada yang cedera, memberikan kesempatan juga kepada pemain muda lainnya yang tidak bermain di laga terakhir untuk bermain karena Bhayangkara adalah tim yang sangat kompetitif," ucapnya.

"Itu adalah tim dengan gaya Eropa dengan pelatih yang bagus, pelatih asal Inggris, muda, ambisius, dan karismatik. Jadi, kami menghadapi lawan yang sangat solid yang akan menunjukkan kepada kami level yang kami miliki saat ini," tutup Mihail.

Read Entire Article