Ted Turner, Pendiri CNN dan Pelopor TV Berita 24 Jam, Meninggal Dunia

7 hours ago 5

Liputan6.com, Washington, DC - Pendiri CNN, Ted Turner yang dikenal blak-blakan dan revolusioner di dunia televisi, meninggal dunia pada usia 87 tahun.

Turner tidak pernah bisa didefinisikan hanya dengan satu peran. Ia adalah taipan media, filantropis, sekaligus pegiat konservasi alam. Ia seorang pelaut yang memenangkan ajang balap kapal paling bergengsi di dunia serta pemilik tim bisbol yang berhasil merebut trofi World Series.

Pionir televisi yang meninggal dunia pada Rabu (6/5/2026) itu meninggalkan jejak terbesar dalam industri berita ketika meluncurkan CNN hampir setengah abad lalu. Kehadiran CNN sebagai jaringan berita kabel 24 jam pertama di dunia menjadi momen revolusioner yang mengubah industri media secara permanen.

Kerajaan medianya berkembang mencakup CNN International, Cartoon Network, TNT, dan Turner Classic Movies. Setelah itu, ia menggunakan kekayaannya untuk menjadi salah satu pemilik lahan terbesar di Amerika Serikat (AS), sambil mendedikasikan tahun-tahun terakhir hidupnya untuk melestarikan habitat alami, menyelamatkan spesies yang terancam punah, dan mengurangi ancaman senjata nuklir.

Turner meninggal dunia didampingi keluarganya, menurut Turner Enterprises, perusahaan yang mengelola berbagai bisnis dan investasinya. Penyebab kematiannya tidak diumumkan. Pada 2018, ia didiagnosis menderita Lewy Body Dementia, gangguan neurologis progresif.

Laporan CNN menyebutkan ia mengembuskan napas terakhir di rumah perkebunannya yang bernama Avalon, sebuah lahan seluas 8.000 hektar di wilayah Red Hills, dekat Tallahassee, Florida.

Turner mendapat julukan "Captain Outrageous" karena gaya hidup dan tindakannya yang sensasional, serta "The Mouth of the South" karena kebiasaannya berbicara terus terang tanpa filter, pada masa mudanya.

"Kalau saja saya punya sedikit kerendahan hati, saya pasti sudah sempurna," katanya suatu kali dengan nada menyombongkan diri, seperti dikutip dari Associated Press.

Turner sudah dikenal luas sebagai figur publik ketika menikahi aktris Jane Fonda pada 1991, tidak lama sebelum dinobatkan sebagai Man of the Year oleh majalah Time. 

"Ia masuk ke dalam hidup saya sebagai sosok pria tampan, romantis, dan penuh petualangan seperti bajak laut dan sejak itu hidup saya tidak pernah sama lagi," tulis Fonda di Instagram pada Rabu.

Pada akhir hidupnya, Turner mulai melambat akibat penyakit yang dideritanya dan telah lama meninggalkan bisnis televisi. Ia memusatkan perhatian pada kegiatan filantropi — termasuk menyumbangkan USD 1 miliar untuk badan amal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) — serta mengelola lebih dari 809 ribu hektare lahan miliknya yang menjadi habitat salah satu kawanan bison terbesar di AS.   

Saat menjual Turner Broadcasting System kepada Time Warner Inc. dalam mega-akuisisi di industri media pada 1996, ia telah berhasil mengubah bisnis papan reklame warisan ayahnya menjadi konglomerasi media global yang menaungi tujuh jaringan televisi kabel besar, tiga tim olahraga profesional, dan dua studio film sukses. 

Presiden Donald Trump pada Rabu menyebut Turner sebagai salah satu tokoh terbesar sepanjang masa.

Lahirnya CNN

Pencapaian paling ikonik Turner adalah mendirikan CNN, jaringan televisi berita 24 jam pertama di dunia, pada 1980. Gagasan itu muncul karena Turner merasa kesulitan mengikuti berita di televisi. Ia sering masih bekerja ketika program berita nasional sudah selesai ditayangkan, sementara saat berita lokal mulai tayang, ia biasanya sudah tertidur. 

Berbekal jaringan televisi kabel yang telah dibangunnya melalui TBS Superstation, Turner kemudian mengambil risiko besar dengan meluncurkan CNN sebagai saluran berita yang mengudara selama 24 jam. 

Ia mengambil risiko besar dengan meluncurkan jaringan yang pada masa awal televisi kabel sempat diejek sebagai "chicken noodle network". Saat itu, Turner bahkan tinggal di sebuah apartemen di atas kantor CNN di Atlanta.

"Saya harus bergerak agresif dan melaju sangat cepat, dan itulah yang kami lakukan — bergerak begitu cepat hingga jaringan televisi nasional tidak sempat bereaksi. Seharusnya merekalah (merujuk pada jaringan televisi nasional AS yang sudah mapan saat itu) yang lebih dulu membuat terobosan seperti ini, bukan saya," kenang Turner dalam wawancara tahun 2016 dengan The American Academy of Achievement. "Tetapi mereka tidak memiliki imajinasi untuk melakukannya."

Terobosan besar CNN terjadi saat Perang Teluk melawan Irak pada 1991. Ketika sebagian besar jurnalis televisi meninggalkan Baghdad, CNN tetap bertahan dan menyiarkan gambar-gambar pecahnya perang secara langsung, termasuk jejak peluru anti-pesawat di langit serta para koresponden yang terkejut oleh dentuman bom.

"Cinta pertamanya adalah keluarga dan ia memiliki lima anak. Tetapi setelah itu, ia selalu mengatakan kepada saya bahwa pencapaian terbesarnya adalah CNN. Namun, selama bertahun-tahun, ia memiliki begitu banyak pencapaian lain," kata Tom Johnson, yang memimpin CNN dari 1990 hingga 2001, kepada Associated Press pada Rabu.

Setelah perusahaannya dijual kepada Time Warner dengan nilai saham sebesar USD 7,3 miliar, Turner dijanjikan tetap memiliki peran di CNN. Namun, perlahan-lahan ia tersingkir dari perusahaan itu, sesuatu yang sangat disesalinya.

"Saya membuat kesalahan," katanya kemudian. "Kesalahan saya adalah kehilangan kendali atas perusahaan."

CEO Warner Bros. Discovery, David Zaslav, pada Rabu menyebut Turner sebagai sosok visioner dan pelopor.

"Semangat kewirausahaan Ted, ambisi kreatifnya, dan keberaniannya mengambil risiko mengubah industri media selamanya," kata Zaslav dalam pesan kepada para karyawan Warner, perusahaan induk CNN yang kini tengah mendekati mega merger dengan Paramount.

Membangun TBS Superstation

Turner, yang memiliki nama lengkap Robert Edward Turner III, lahir pada 19 November 1938 di Cincinnati. Ketika berusia 9 tahun, keluarganya pindah ke Savannah, Georgia. Setelah dikeluarkan dari Brown University karena menyelundupkan seorang mahasiswi ke kamar asramanya, Turner datang ke Atlanta untuk bekerja di perusahaan papan reklame milik ayahnya.   

Pada masa itu, ambisinya sangat besar.

"Saya biasa mengatakan kepada orang-orang bahwa saya ingin menjadi pelaut, pebisnis, dan kekasih terbaik di dunia pada saat yang sama," kenangnya.

Setelah ayahnya bunuh diri pada 1963, Turner mengambil alih perusahaan keluarga tersebut. Pada 1970, ia membeli sebuah stasiun televisi UHF independen dengan sinyal yang bahkan tidak mampu menjangkau seluruh wilayah Atlanta.

Pada 17 Desember 1976, ia mulai menyiarkan stasiun tersebut ke sistem televisi kabel di seluruh AS melalui satelit. Stasiun itu kemudian menjadi TBS Superstation.

"Itu adalah awal dari sesuatu yang jauh lebih besar daripada yang pernah kami bayangkan," beber Turner.

TBS yang dikenal lewat koleksi film-film lama dan tayangan ulang The Andy Griffith Show kemudian memperluas daya tariknya setelah Turner mengakuisisi tim bisbol Atlanta Braves. Siaran pertandingan Braves melalui TBS perlahan menarik penggemar dari seluruh AS hingga tim itu menjuluki diri mereka sebagai "America’s Team".

Komisioner Major League Baseball, Rob Manfred, mengatakan Turner telah mengubah cara penggemar menikmati olahraga.

Pada dekade 1980-an, Turner terlilit utang besar demi membeli MGM, langkah yang saat itu dipandang skeptis banyak pihak.

Namun, akuisisi itu memberinya perpustakaan besar film-film klasik yang kemudian melahirkan jaringan TNT dan Turner Classic Movies. Kecintaannya pada film lama membuat Turner menerima bintang di Hollywood Walk of Fame pada 2004. Di lain sisi, ia menuai kritik karena mewarnai ulang film klasik seperti Casablanca, yang menurutnya dilakukan untuk menarik penonton muda.

TBS turut mengakuisisi perpustakaan animasi Hanna-Barbera yang kemudian melahirkan Cartoon Network.

"Ia melihat sesuatu yang jelas bahkan sebelum kebanyakan orang menyadarinya," kata Bob Wright, mantan presiden dan CEO NBC, kepada The New Yorker pada 2001. "Kita semua melihat gambar yang sama, tetapi Ted melihat apa yang tidak Anda lihat. Dan setelah ia melihatnya, semuanya menjadi jelas bagi semua orang."

Ketika diminta membagikan rahasia kesuksesannya, Turner berkata, "Tidur lebih awal, bangun lebih awal, bekerja mati-matian, dan gencar berpromosi."

Membeli Tim Olahraga dan Lahan

Turner menikah tiga kali. Dengan kumis khasnya, ia dikenal mampu memikat banyak perempuan cantik lewat pesona nakal dan gaya petualangnya. Ia menikah dengan Fonda dari 1991 hingga 2001. Selama menikah dengan Turner, Fonda berhenti berakting, tetapi akhirnya lelah dengan perselingkuhan Turner dan memilih bercerai, meski keduanya tetap berteman baik.

"Ia seksi. Ia brilian. Ketika saya meninggalkannya, ia sudah memiliki sekitar 809 ribu hektare lahan. Akan sangat mudah bagi saya untuk tetap tinggal," kata Fonda suatu ketika. 

Turner diketahui menjalin persahabatan dengan sejumlah pemimpin dunia, termasuk pemimpin Kuba Fidel Castro, yang dengannya ia berburu dan berdebat soal politik.

Kerajaan olahraga Turner mencakup tim bisbol, basket, dan hoki profesional di Atlanta. Namun, ia paling dikenang sebagai pemilik Atlanta Braves, yang berhasil diubahnya dari tim papan bawah menjadi juara World Series pada 1995. Stadion lama mereka, yang dibangun untuk Olimpiade 1996, diberi nama Ted Turner Field.

Turner juga membeli ratusan ribu hektare lahan peternakan yang dipenuhi kawanan bison. Ia sering berbicara tentang keinginannya menghidupkan kembali populasi bison di wilayah barat AS. Pada 2002, ia mendirikan jaringan restoran Ted’s Montana Grill yang menyajikan burger daging bison. 

Majalah Forbes memperkirakan kekayaan bersih Turner mencapai USD 2,8 miliar saat ia meninggal dunia.

Ia memiliki cukup waktu dan kekayaan untuk mendedikasikan hidupnya pada tujuan-tujuan besar seperti perdamaian dunia dan perlindungan lingkungan.

"Hidup saya lebih merupakan sebuah petualangan daripada sekadar mencari uang. Petualangan bagi saya adalah melakukan sesuatu semata-mata karena ingin mencobanya," tutur Turner suatu ketika. "Anda hanya ingin membuktikan kepada diri sendiri apakah hal itu bisa dilakukan atau tidak. Tidak ada keuntungan yang dicari selain kepuasan pribadi."   

"The Mouth of the South"

Selama bertahun-tahun, tingkah laku Turner terkadang lebih menarik perhatian dibandingkan aktivitas bisnisnya.

Setelah memimpin kapal "Courageous" memenangkan America’s Cup 1977, Turner yang mabuk berat sempat tertangkap kamera televisi sedang terbaring di lantai saat pesta kemenangan berlangsung.

Gaya bicaranya yang spontan, kerap menyinggung banyak pihak. Sejak adik perempuannya meninggal akibat lupus pada usia 17 tahun, Turner menjadi atheis. Ia pernah menyebut umat Kristen sebagai "pecundang" dan "Jesus freaks", sebelum akhirnya meminta maaf.

Dalam sebuah pidato, ia pernah menyarankan agar warga kulit hitam yang menganggur digunakan untuk menarik rudal bergerak dengan tali "seperti orang Mesir membangun piramida." Setelah para aktivis hak sipil menuntut permintaan maaf, Turner mengatakan bahwa ia hanya bercanda.

Dalam kesempatan lain di Berlin, ia mengatakan kepada audiens Jerman bahwa bangsa Jerman telah melewati abad yang buruk. 

"Kalian berada di pihak yang salah dalam dua perang. Kalian adalah pihak yang kalah. Saya tahu bagaimana rasanya. Ketika saya membeli Atlanta Braves, kami juga tidak bisa menang. Kalian bisa membalikkan keadaan. Kalian bisa mulai membuat pilihan yang benar. Jika Atlanta Braves bisa melakukannya maka Jerman juga bisa," kata Turner, seperti dikutip The New Yorker.

Dedikasi untuk Kemanusiaan

Janji Turner pada 1997 untuk menyumbangkan USD 100 juta per tahun selama 10 tahun kepada badan amal PBB menjadikannya salah satu filantropis terbesar di AS. Ia memenuhi janji itu meskipun kekayaannya menyusut setelah merger AOL Time Warner karena menurutnya PBB adalah harapan terbaik bagi perdamaian dunia.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Rabu menyebut Turner sebagai "seorang visioner yang keyakinan, kemurahan hati, dan semangat beraninya meninggalkan jejak mendalam bagi PBB dan dunia."

Turner mendukung berbagai isu kemanusiaan. Ia bergabung dengan mantan Senator AS Sam Nunn untuk mendirikan organisasi nirlaba Nuclear Threat Initiative.

"Jika saya harus memprediksi, melihat arah keadaan saat ini, saya akan mengatakan peluang umat manusia punah dalam 50 tahun sekitar 50 banding 50," ujar Turner pada 2003. "Senjata pemusnah massal, penyakit, dan pemanasan global benar-benar membuat saya ketakutan."

Read Entire Article