Pakem Baru Gaya Main Arema FC, Mampukah Persik Menahan Laju Gerakan Simultan Pemain Singo Edan?

8 hours ago 4

Bola.com, Kediri - Arema FC punya pakem gaya main baru di BRI Super League 2026/2027. Pemain Singo Edan tampil lebih spartan dengan pergerakan simultan.

Taktik anyar itu sudah dipamerkan Jhon Alfaridzi dkk. pada dua pertandingan awal musim ini. Hasilnya sungguh luar biasa. Isenmulang FC digasak telak 4-0. Juku Eja dibuat kelabakan di kandang sendiri. Karena Arema FC selalu unggul lebih dulu. Meski akhirnya kedua tim berbagi gol 3-3.

Permutasi mobilitas dengan intensitas tinggi itu membuat lawan sulit memilih siapa pemain Arema FC yang harus dikunci di lapangan. Perubahan paling mencolok dari game plan baru yang dipatenkan pelatih Marcos Santos adalah produktivitas gol.

Yang menarik, tujuh bola yang bersarang di gawang Isenmulang FC dan PSM dicetak tujuh pemain berbeda. Jadi di skuat Arema FC tak ada sentrisme lagi soal bikin gol jadi tugas striker.

Empat bola yang dibawa pulang Isenmulang FC hadiah dari Jhon Al Faridzi, Diego Landis, Marcos Vinicius, dan Mauro Zijlstra. Sementara saat bertamu ke Stadion BJ Habibie Parepare, Gustavo Franca, Gabriel Silva, dan Careca meninggalkan bola di jaring PSM.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Sudah Dipelajari Pelatih Persik

Filosofi permainan baru Arema FC ini ternyata sudah dibaca pelatih Marcos Reina yang memimpin rombongan Persik untuk menyambangi kandang Arema FC, Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (18/9/2026).

"Pelatih Arema FC punya inovasi taktik baru. Dia tak mengandalkan striker murni nomor 9 lagi. Semua pemain harus bergerak simultan di segala lini. Paling bahaya ketika mereka masuk sepertiga pertahanan lawan. Di momen itu, siapapun bisa mencetak gol," kata Marcos Reina.

Ideologi baru Arema FC ini juga diamati Gusnul Yakin. Mantan arsitek Singo Edan dan Persik ini menilai pertandingan dua bekas tim asuhannya itu nanti sangat menarik.

"Kekuatan utama Arema FC ada di fisik. Makanya mereka mampu main simultan dengan intensitas tinggi. Tim yang punya stamina bagus yang bisa meladeni gaya Arema FC. Itu sudah ditunjukkan PSM," ucapnya.

Tiga gol balasan PSM karena anak asuh Darije Kalezic juga tampil spartan. Sementara lini belakang Arema FC terkaget dengan respons tuan rumah.

"Semua taktik ada plus minusnya. Cara menyerang Arema FC sudah bagus, tapi kordinasi pertahanan masih kurang. Saya kira ini pasti dibenahi pelatih Arema FC," ujarnya.

Strategi Apa yang Cocok untuk Persik?

Lalu apa yang bakal dilakukan Persik untuk meredam keberingasan penggawa Singo Edan?

"Pemain Persik harus sabar dan jangan ikuti pakem Arema FC. Persik harus bisa memainkan tempo saat menguasai bola," jelasnya.

Resep berikutnya, lanjut Gusnul Yakin, jarak antarpemain Persik juga harus rapat dan jangan beri celah kepada lawan.

"Cara mengantisipasinya jarak pemain rapat dan jangan ada celah. Karena semua pemain Arema FC berbahaya. Pertanyaannya, apakah pemain Persik punya fisik prima meladeni gaya Arema FC?"

Lepas dari taktik kedua tim, Gusnul Yakin sangat suka cara main Arema FC dan Persik.

"Dua tim ini bagus. Saya suka pakem mereka. Terutama Arema FC yang saya amati mulai kembali ke gaya Malangan seperti dulu. Spartan dan militan," tuturnya.

  • 0%suka
  • 0%lucu
  • 0%sedih
  • 0%marah
  • 0%kaget
  • 0%aneh
  • 0%takut
  • 0%takjub
  • Gatot Sumitro
  • Wiwig Prayugi
Read Entire Article