Nestapa Gustavo Tocantins: Jadi Penyelamat PSS, Berakhir Gagal di Momen Penentuan

9 hours ago 2

Bola.com, Sleman - Malam final Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (9/5/2026), menjadi panggung yang penuh ironi bagi penyerang PSS Sleman, Gustavo Tocantins.

Pemain asal Brasil tersebut tampil luar biasa sepanjang pertandingan kontra Garudayaksa FC. Namun pada akhirnya, Tocantins justru jadi sosok yang paling terpukul selepas laga.

PSS harus puas menyabet status runner-up setelah kalah dramatis 3-4 lewat adu penalti. Padahal, tim berjuluk Super Elang Jawa itu sempat bangkit dari situasi sulit dan memaksa laga berlanjut hingga babak extra time, setelah bermain imbang 2-2.

Garudayaksa FC lebih dulu unggul lewat gol Alfin Faiz pada menit ke-23 dan Everton Nascimento melalui titik putih pada menit ke-36. Situasi tersebut membuat PSS berada dalam tekanan besar.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tangis di Ujung Drama Penalti

Di tengah kondisi sulit, Tocantins muncul sebagai juru selamat. Penyerang berusia 30 tahun itu memperlihatkan kualitas serta mentalitas sebagai ujung tombak utama PSS musim ini.

Tocantins mencetak gol pertama pada menit ke-60 untuk memperkecil ketertinggalan. Ketika PSS berada di ambang kekalahan, dia kembali hadir lewat gol dramatis di injury time, tepatnya menit 90+2'.

Brace tersebut membuat publik Maguwoharjo bergemuruh. Laskar Sembada berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan menjaga asa meraih trofi juara.

Sayangnya, kisah heroik Tocantins berubah menjadi nestapa pada babak tos-tosan. Dipercaya sebagai algojo terakhir PSS, tendangannya mampu dibaca dan ditepis kiper Garudayaksa FC, Yoewanto Setya Beny.

Apresiasi Tinggi

Momen tersebut terasa begitu menyesakkan. Kendati demikian, pelatih PSS, Ansyari Lubis, memberikan pujian kepada Tocantins yang tampil tanpa lelah sepanjang pertandingan.

"Luar biasa dia, naik turun. Bisa ikut bertahan dan ikut menyerang," ujar juru taktik berusia 55 tahun tersebut.

Ansyari juga mengapresiasi perjuangan anak asuhnya meski hasil akhir tak sesuai harapan. "Apresiasi buat seluruh pemain, tapi hasil tidak sesuai harapan. Yang namanya adu penalti itu sudah dianggap tinggal lucky-nya," katanya.

Meski gagal di momen penentuan, kontribusi Gustavo Tocantins tetap layak mendapat apresiasi tinggi. Dia merupakan tulang punggung permainan PSS sepanjang musim 2025/2026.

Musim Terbaik Tocantins

Performa Gustavo Tocantins musim ini memang luar biasa. Mantan pemain Persikabo 1973 dan Barito Putera itu sukses mencatatkan 24 gol plus 11 assist hanya dari 25 pertandingan.

Catatan tersebut menjadikannya pemain paling produktif dan penyumbang assist terbanyak bagi PSS musim ini. Tidak hanya itu, Tocantins juga didapuk sebagai best player Pegadaian Championship 2025/2026.

Sementara itu, Ansyari Lubis mengakui bakal ada evaluasi menyeluruh setelah kegagalan di partai final. Termasuk soal masa depannya bersama Tim Elang Jawa.

"Ya nanti kita pasti dengan manajemen dan Dirtek mereka akan melakukan evaluasi tim. Termasuk masa depan saya juga ada di tangan manajemen," ucap eks gelandang Timnas Indonesia era 90-an itu.

Read Entire Article