Liputan6.com, Jakarta - Cacar api atau herpes zoster kerap dianggap sebagai masalah kulit biasa yang akan sembuh dengan sendirinya. Padahal, penyakit ini bisa menyebabkan nyeri berat hingga yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sekitar 42 persen orang yang pernah mengalami cacar api merasakan nyeri berat yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Lalu, 33 persen menyebut penyakit ini mengganggu aktivitas dan produktivitas harian. Hal ini mengacu pada Survey Shingles Action Week 2026 yang dilakukan GSK di 10 negara diantaranya Prancis, China, Jepang dan Jerman.
Untuk diketahui, cacar api dapat menyerang 1 dari 3 orang dewasa dalam hidup. Menurut berbagai penelitian, orang dengan penyakit kronis seperti penyakit jantung, penyakit ginjal kronis, dan diabetes serta asma memiliki risiko antara 29-34 persen mengalami cacar api.
Lalu, beberapa penelitian juga mengungkapkan risiko orang terkena herpes zoster lebih rentan terjadi pada kelompok dengan kondisi melemahnya sistem kekebalan tubuh.
"Berdasarkan berbagai artikel penelitian, risiko terkena Herpes Zoster memang lebih tinggi pada kelompok tertentu yaitu kondisi immunokompromi, seperti penderita HIV/AIDS, pasien dengan penyakit keganasan, serta mereka yang berusia lanjut, riwayat keluarga dengan Herpes Zoster dan jenis kelamin perempuan," dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika, Nurwestu Rusetiyanti.
Mengenai perempuan lebih rentan kena cacar api atau herpes zoster hal ini terkait dengan beberapa faktor. Pertama, perempuan cenderung panjang umur dibandingkan laki-laki. Seperti diketahui penyakit ini rentan terjadi pada orang lanjut usia yang imunitas tubuhnya menurun. Kedua, faktor emosi yang naik turun memengaruhi sistem kekebalan tubuh, Lalu, ketiga terkait dengan faktor hormon. Terakhir, terkait dengan genetik perempuan yang lebih rentan terhadap reaktivasi dari virus Varicella Zoster (virus yang menyebabkan cacar air).
Cacar Api Jarang Dibicarakan ke Dokter
Masih berdasarkan survei GSK, sekitar 78 persen responden dari 6.000 orang dewasa khawatir bila terkena cacar api bisa ganggu aktivitas. Lalu, ada 72 persen respons takut jika sampai membutuhkan rawat inap jangka panjang di rumah sakit.
Sayangnya, kekhawatiran tersebut belum diiringi dengan tindakan yang memadai. Lebih dari separuh responden (54 persen) mengaku belum pernah membicarakan cacar api dengan dokter mereka.
Di Indonesia, bila merujuk data BPJS Kesehatan dari 2015 - 2022 tercatat ada 390 ribu kasus cacar api yang menjalani pengobatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (seperti puskesmas dan klinik).
Pada 2021, BPJS Kesehatan mengeluarkan biaya rawat jalan maupun rawat inap untuk cacar apai hingga Rp 27,1 miliar. Bila dihitung per individu, biaya perawatan rawat jalan bisa mencapai Rp 3 juta atau Rp 10 juta rawat inap gegara cacar api.
Kabar baiknya, cacar api sudah memiliki vaksinasi yang bisa mengurangi keparahan bila mengalami herpes zoster. Per Juli 2024 vaksinasi Herpes Zoster sudah masuk dalam Jadwal Imunisasi Dewasa yang dikeluarkan oleh Perhimpunan Dokter Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Vaksin Herpes Zoster ini direkomendasikan untuk mereka berusia di atas 50 tahun atau 18 tahun ke atas dengan imunokompromais.
"Ini adalah penyakit yang sebenarnya dapat dicegah. Karena itu, memahami faktor risiko ini menjadi langkah penting untuk mendorong upaya pencegahan dan menempatkan cacar api sebagai bagian dari perhatian dalam healthy ageing," kata Director of Market Access, Communication and Government Affairs GSK Indonesia, Reswita Dery Gisriani.
Apa Itu Cacar Api atau Herpes Zoster?
Herpes Zoster atau cacar api terjadi karena reaktivitasi virus Varicella zoster. Ini adalah virus yang menyebabkan cacar air saat kita masih kecil atau remaja dulu. Sekitar 95 persen penduduk dunia sudah pernah terpapar oleh virus tersebut meski tidak semua menimbulkan gejala.
Herpes zoster menyerang saat tubuh memiliki imunitas tubuh lemah. Ketika virus Varicella zoster itu aktif kembali maka bisa menyebabkan salah satu sisi tubuh orang tersebut melepuh atau melenting.
"Gejala khas pada individu yang sehat (dalam artian tidak memiliki penyakit lain) yakni muncul lepuhan atau lenting atau bintil berisi air yang dijumpai pada salah satu sisi tubuh," kata Nurwestu.
Lepuhan atau bintil berisi air itu bisa muncul di mana saja di seluruh bagian tubuh. Bisa di wajah, badan, lengan atau kaki.
Lalu, gejala khas dari herpes zoster atau cacar api ini adalah lentingan akan mengikuti saraf sehingga akan terbentuk seperti pola tertentu.
"Misalnya mengenai saraf di leher, maka bentuk lenting sesuai dengan saraf," kata Nurwestu.
Setelah melepuh, kemudian beberapa hari akan muncul bercak lalu berkerak atau keropeng.
"Setelah kering, bisa sembuh sempurna atau bisa menimbulkan gejala lanjutan," katanya.
Gejala Lain dari Herpes Zoster atau Cacar Api
Nurwestu mengatakan bahwa sebelum muncul lenting, bisa muncul gejala lain. Seperti demam, merasa di area yang akan melepuh itu terasa tidak enak atau tidak nyaman. Lalu terasa pegal di tempat yang akan muncul lepuh.
"Rasa tidak nyaman ini tergantung saraf mana yang kena," kata Nurwestu.
Bila daerah mata yang diserang, maka rasa tidak nyaman dan pegal di area mata. Kemudian pada beberapa orang muncul rasa nyeri di sisi kiri atau depan jantung.
"Kadang hal ini menimbulkan rasa tanya apakah ini sakit jantung. Lalu setelah lenting itu keluar, baru sadar bahwa rasa nyeri itu karena herpes zoster," tutur Nurwestu.

1 day ago
8
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4478705/original/047486500_1687510826-alexander-dummer-Em8I8Z_DwA4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5564727/original/012118000_1776997561-GUE07958.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5564689/original/083602700_1776995183-Raditya_Dika.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5564634/original/098513000_1776988223-Dokter_Spesialis_Anak_Konsultan_Tumbuh_Kembang_Anak_sekaligus_Satgas_Imunisasi_IDAI__Prof._DR._dr._Soedjatmiko__SpA__K___MSi_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5564633/original/011450200_1776988078-Anggota_Satgas_Imunisasi_Ikatan_Dokter_Anak_Indonesia__IDAI___Prof._DR._dr._Soedjatmiko__SpA_K___MSi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161733/original/061929900_1741847497-1741841370447_penyebab-stroke-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5314592/original/032084300_1755096405-shiona-das-16eeXVh8od8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5565552/original/059440000_1777030942-audiometri.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3995369/original/094188500_1649920396-towfiqu-barbhuiya-o3Dunr7Vl-o-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219740/original/066733700_1747226370-coworking-man-woman-with-gadgets.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565135/original/025890200_1777012709-photo_2026-04-21_11-49-44.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5184064/original/013792300_1744262387-Mata_rabun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564778/original/088090500_1777000144-20260423_110044.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564691/original/022013800_1776995898-hipoglikemia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5114806/original/026014100_1738243126-Gagal_ginjal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5264371/original/050620800_1750846189-sports-girl-black-top-training-autumn-park.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5243581/original/080215700_1749108542-side-view-businesswoman-outdoors-city-with-copy-space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563321/original/092529600_1776856283-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079624/original/052983300_1736152729-1735888275181_ciri-ciri-serangan-jantung-ringan.jpg)










:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5471176/original/015231200_1768279469-20260113BL_Pengenalan_Pelatih_Baru_Timnas_Indonesia__John_Herdman_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477859/original/053823700_1768883478-disabilitas_kab_probolinggo.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5368253/original/080065000_1759368915-persib-bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457498/original/029853000_1767002852-WhatsApp_Image_2025-12-29_at_15.31.11_3f186a85.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1216325/original/021439400_1461734180-dokter.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473955/original/050209800_1768462709-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5312155/original/068813000_1754906267-1000195601.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5425992/original/049039500_1764245301-20251126AA_PMPC_Persija_Vs_PSIM-27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5461255/original/043750800_1767354469-20260102AA_PMPC_Persija_Jakarta_Jelang_Lawan_Persijap_Jepara-12.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493594/original/084966300_1770260452-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482139/original/022541100_1769162196-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460719/original/079940300_1767274638-WhatsApp_Image_2026-01-01_at_20.17.11.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378198/original/006045500_1760220581-irak_-_indo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465690/original/016658800_1767773884-WhatsApp_Image_2026-01-07_at_14.34.59.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5471330/original/010256700_1768283654-John_Herdman_-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456515/original/090242300_1766896082-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488195/original/057422900_1769740878-Kelelawar_di_rumah.jpg)