Juara Baru Lahir di MLSC Yogyakarta Seri 1 2026/2027

4 hours ago 4

Laga final KU12 berlangsung ketat sejak awal. Enam menit pertandingan bergulir, SD Kalasan 1 langsung menciptakan peluang lewat Astagina Lituhayu meski belum menemui sasaran.

Pada menit ke-10, giliran tembakan Afita Nur Inderasari yang masih bisa dimentahkan oleh penjaga gawang SD Muhammadiyah Sapen, Wilda Syafina Haqi. Kedudukan tanpa gol bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, SD Muhammadiyah Sapen mulai merapikan strategi dan bermain lebih terukur lewat umpan-umpan pendek.

Upaya mereka membuahkan hasil ketika pada menit ke-17, Ralin Adiba Fitria Sanjaya memecah kebuntuan sekaligus membawa SD Muhammadiyah Sapen unggul 1-0.

Di sisa waktu yang ada, SDN Kalasan 1 berusaha mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan serangan. Namun, hingga peluit panjang, keunggulan tetap bertahan untuk SD Muhammadiyah Sapen.

Kemenangan ini sekaligus mengantarkan SD Muhammadiyah Sapen mempertahankan gelar juara yang diraihnya pada MLSC Yogyakarta Seri 2 2025/2026.

Pelatih SDN Kalasan 1, Muhammad Arifin, tetap puas dengan penampilan anak asuhnya selama gelaran MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2026/2027 meski belum berhasil menjadi juara. Menurutnya, menembus partai final sudah sesuai dengan target yang ditetapkan.

“Kalau dari segi materi pemain, tim kami sangat layak juara. Dukungan dari luar, suporter, dan semua stakeholder sepak bola Jogja juga yakin kami bisa juara. Namun, keberuntungan memang tidak berpihak di final. Bagi saya, hasil hari ini bukan masalah karena yang penting anak-anak tetap semangat untuk latihan lebih keras lagi ke depan. Masih ada Seri 2 dan ada tahun-tahun berikutnya,” ucapnya.

Meski belum berhasil membawa pulang trofi juara, SDN Kalasan 1 tetap bisa tersenyum bangga karena salah satu pemain mereka, Afita Nur Inderasari, berhasil membawa pulang trofi Best Player KU12.

Afita tak mampu menyembunyikan rasa terkejut begitu tahu dirinya mendapatkan penghargaan sebagai pemain terbaik. Bagi Afita, pencapaian ini menjadi motivasinya untuk terus berkembang menjadi pemain yang lebih baik.

"Sejujurnya saya tidak menyangka bisa mendapatkan penghargaan Best Player. Makanya ketika tahu saya dapat ini, senang banget karena ini hasil dari perjuangan keras saya latihan tiga kali seminggu. Saya belum puas dan masih ingin terus berproses lagi. Setelah ini semoga bisa terpilih ikut MLSC All-Stars dan lanjut ke Hydroplus Soccer League supaya nantinya bisa masuk tim nasional,” kata Afita.

Read Entire Article